
BUS TINGKAT: Mahasiswa arsitektur ITN Malang saat mendapat perkuliahan dengan menaiki Macyto.
JawaPos.com – Cara tidak lazim dilakukan oleh sejumlah mahasiswa jurusan arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dalam mempelajari arsitektur bangunan di Kota Malang. Dengan beramai-ramai, mereka menumpang bus Malang City Tour (Macyto) untuk menyusuri beberapa kawasan bersejarah di kota pendidikan ini.
Puluhan mahasiswa tersebut menyusuri kota mulai dari titik kumpul yang ada di Taman Rekreasi Kota (Tareko). Selanjutnya, mereka menyusuri kota dengan rute mulai dari Balai kota Malang-Lapangan Rampal-jalan JA Suprapto-Alun-alun Merdeka Kota Malang-jalan Kawi-Ialan Ijen kemudian kembali ke arah Alun-alun-Pasar Besar-Kampung Warna Warni-Stasiun Kota Baru hingga kembali ke Tareko.
Sebagai informasi, bus Macyto memang disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk masyarakat yang ingin berkeliling kota. Masyarakat bisa menaiki bus berlantai dua ini secara gratis.
Pada perjalanan yang ditempuh selama kurang lebih 1,5 jam tersebut, para mahasiswa diberikan materi mengenai bangunan-bangunan heritage di Kota Malang. Mulai dari bangunan seperti Balai kota, bangunan lawas yang telah berubah menjadi ruko, rumah-rumah bergaya eropa, serta beberapa ikon Kota Malang seperti alun-alun dan gereja.
Tidak hanya sekedar mengamati arsitektur bangunan tersebut, mereka juga dituntut untuk bisa mengkritisi arsitektur bangunan. Mulai dari bentuk bangunan, lokasi penataan bangunan, hingga apakah bangunan tersebut telah sesuai dengan tata kota yang berkonsep heritage.
Tim Ahli Cagar Budaya Budi Fathony mengatakan, pihaknya sengaja mengajak mahasiswa arsitektur untuk mengamati konteks dan karakter bangunan di Kota Malang. "Mereka perlu tahu. Karena banyak (mahasiswa) yang dari luar Malang, luar Jawa," ujar pria yang juga menjadi dosen pengampu tersebut.
Pasalnya, lanjut dia, tidak sedikit mahasiswa yang sudah lama di Malang tetapi tidak mengetahui seluk beluk bangunan bersejarah di Kota Malang. "Bisa jadi sudah lama di Malang, tapi ketika ditanya tidak tahu. Makanya ini keliling dengan bus Macyto untuk melihat kawasan heritage," jelasnya.
Dia menjelaskan, pada perjalanan ini dirinya juga memberikan penjelasan atau semacam perkuliahan terkait bangunan-bangunan atau kawasan heritage. Misalnya, di kawasan Idjen Boulevard. Kawasan tersebut telah dirancang seideal mungkin untuk pemukiman.
"Kawasan ini menjadi satu perencanaan perumahan ramah lingkungan. Penting bagi perencana, arsitek, untuk membuat kawasan harus ramah lingkungan," kata dia.
Menurutnya, dengan adanya edukasi seperti ini, para mahasiswa tersebut bisa menjadi agen wisata bagi masyarakat banyak. Pasalnya, tidak sedikit warga yang tingkat kesadaran akan kawasan heritage nya masih rendah. "Ada (kawasan heritage) yang sempat dihancurkan, karena tidak tahu," kata dia.
Selain itu, pihaknya juga telah menggelar sosialisasi terkait kawasan heritage di lima kecamatan di Kota Malang dengan menggandeng 180 orang volunteer.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022