
ILUSTRASI: Pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berencana menempuh jalur hukum atas kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa salah satu mahasiswinya.
JawaPos.com - Pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berencana menempuh jalur hukum atas kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa salah satu mahasiswinya. Dugaan kekerasan seksual tersebut melibatkan antar mahasiswa saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada 2017 lalu di Seram, Provinsi Maluku.
Saat dikonfirmasi Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani membenarkan adanya peristiwa tersebut. "UGM akan mengambil langkah ke jalur hukum. Agar penyintas bisa mendapatkan rasa keadilan atas kasus ini," kata Iva saat ditemui di kantornya, Selasa (6/11).
Iva menjelaskan, kasus dugaan kekerasan seksual tersebut melibatkan mahasiswi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) dan terduga pelaku inisial HS, dari Fakultas Teknik. Sejauh ini, pihaknya telah membentuk tim investigasi independen melalui Surat Keputusan (SK) Rektor. Dari tim itu kemudian ada beberapa rekomendasi yang diberikan dan telah dilakukan oleh kampus.
"Kami kemarin tidak membawa ke langkah hukum karena lebih menekankan agar penyintas ini mendapat rasa keadilan. Tidak dibuat ramai. Kalau hasil tim investigasi, itu privasi. Ada beberapa hal yang telah dilakukan, terutama pendampingan psikologi terhadap penyintas yang sekarang masih berjalan," katanya.
Selain pendampingan psikologi juga terkait nilai KKN penyintas. Sempat viral di dunia maya beberapa waktu belakangan ini nilainya C. "Nilai dari KKN-nya itu A/B," katanya.
Lanjut Iva, mencuatnya kasus ini juga lantaran adanya tulisan yang diunggah di website majalah mahasiswa kampusnya, Balairungpress.com. Berjudul, 'Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan'.
"Berdasar dari majalah Balairung, kami akan menemui. Lalu mengklarifikasi apakah yang ditulis di Balairung itu benar," ucapnya.
Ia juga menjelaskan, terduga pelaku inisial HS dari Fakultas Teknik saat ini memang telah selesai tugas akademiknya. Namun belum lulus, karena juga masih menjalani pendampingan psikologi.
"Kami selanjutnya juga akan menemui korbannya lagi," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022