JawaPos Radar

Jokowi-Ma'ruf Safari di Jatim, Pengamat: Itulah Keuntungan Incumbent

07/09/2018, 22:36 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Jokowi-Ma'ruf Amin.
Joko Widodo (Jokowi) bersama Kiai Ma'ruf Amin saat melakukan pendaftaran di Kantor KPU beberapa waktu lalu. (Mifathul/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Safari Presiden Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin di Jawa Timur sejak empat hari lalu meninggalkan persepsi tersendiri. Menurut Pengamat Politik dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Ari Sujito mengatakan, safari keduanya memang tidak secara gamblang mencari dukungan atau berkampanye. Namun, sudah terbaca bahwa Jokowi dan Ma'ruf berusaha mendulang dukungan untuk Pilpres 2019 mendatang.

"Kemungkinan besar memang ingin membangun kepercayaan, komunikasi, dan meminta restu dari para kiai. Itulah kenapa, Jokowi tidak pilih-pilih saat menentukan kiai siapa yang disambangi," kata Ari kepada JawaPos.com, Jumat (7/9). 

Terkait basis para kiainya sendiri, Ari menilai ada sejumlah faktor. Menurutnya, Jokowi memulai menyambangi para kiai Nahdlatul Ulama (NU) karena basis kader dan pendukungnya yang paling banyak. 

Kedua, karena faktor jati diri NU yang moderat, nasionalis dan menjunjung tinggi nilai kebangsaan. Ketiga, sosok bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin yang juga kiai NU, bisa jadi yang melatarbelakangi Jokowi mendahulukan kunjungan ke para kiai NU

"Bukan untuk kepentingan yang prakmatis. Tapi, memang itu yang dibutuhkan Jokowi. Jokowi ingin semua menyatukan semua kiai," jelasnya. 

Sementara itu, Pengamat Sosiologi Politik dari Universitas Wijaya Kusuma Abdus Sair menilai bahwa akan ada waktunya, Jokowi sowan ke para kiai dari organisasi Islam lain. Menurutnya, kiai sebagai simbol agama tidak hanya dari satu organisasi saja. 

Selain itu, Abdus juga menganggap Jokowi sadar bahwa tidak ada halangan apapun untuk mengunjungi siapapun. Karena, saat ini Jokowi sedang menjabat sebagai presiden

Sehingga, sulit bagi publik menilai ada maksud lain yang dilancarkan Jokowi saat bersafari kepada para Kiai. Abdus menganggap hal itu merupakan agenda terselubung Jokowi. 

"Itu keuntungan incumbent. Nggak terlihat karena Jokowi sedang menjabat. Beda dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto saat safari ke kiai. Nah, gambarnya jelas mencari dukungan," terang Abdus.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up