JawaPos Radar

Terkait Kasus DPRD Kota Malang, Jokowi: Jagalah Kepercayaan Rakyat

06/09/2018, 22:39 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (Miftahulhayat/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Kasus korupsi masal yang menjerat 41 anggota DPRD Kota Malang cukup menyita perhatian publik. Presiden Joko Widodo pun angkat bicara dan turut mengomentari kinerja dan peran wakil rakyat yang turut melakukan perbuatan culas tersebut.

Jokowi melontarkan komentarnya usai menghadiri penyerahan 5.000 lembar sertifikat tanah kepada warga Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Katanya, wakil rakyat seharusnya tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan dari rakyat. 

"Siapapun itu jagalah kepercayaan yang diberikan rakyat. Siapapun, termasuk pejabat yang menjabat di lembaga eksekutif maupun legislatif," kata Jokowi di Jatim Expo, Kamis (7/9). 

Kasus Korupsi
ILUSTRASI: Kasus Korupsi (dok. JawaPos.com)

Menurut Jokowi, membangun kepercayaan itu butuh waktu lama. Apalagi, kepercayaan dan tanggung jawab yang diemban, pasti berdampak pada masyarakat di daerahnya. 

"Membangun trust itu butuh waktu panjang. Jadi jagalah kepercayaan itu. Untuk kebaikan rakyat daerahnya atau provinsinya. Lebih besar lagi, tanggung jawab dari kepercayaan yang diberikan negara," tutur Jokowi.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo menggelar pertemuan tertutup dengan Pelaksanaan Tugas (Plt) Wali Kota Malang Sutiaji serta para pimpinan partai politik terkait kasus yang menjerat puluhan anggota DPRD Kota Malang tersebut. Acara berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (5/9).

Pertemuan selama 30 menit itu telah membuahkan sebuah keputusan. Yakni, Pergantian Antar Waktu (PAW) secara kilat terhadap 41 anggota DPRD Kota Malang yang menjadi tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Soekarwo memberikan waktu kepada para partai politik untuk segera menyiapkan seluruh berkas PAW paling lambat Sabtu (8/9) mendatang. Selanjutnya, pelantikan 41 anggota DPRD Kota Malang yang baru bisa dilakukan Senin (10/9) pekan depan.

"Hari ini kerja. Sabtu, seluruh PAW saya tandatangani. Senin, Insya Allah dilantik. Jadi ini kilat, bom atom (Diskresi) tidak usah digunakan," kata Soekarwo usai pertemuan.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up