JawaPos Radar

Soal Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin, Moledoko: Sudah Siap Jalan

03/09/2018, 19:56 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko saat menghadiri acara adat Seren Taun di Cigugur, Kabupaten Kuningan, Senin (3/9). (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Menyambut kontestasi Pilpres 2019, susunan tim kampanye nasional pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sebentar lagi akan diumumkan. Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan tim kampanye nasional capres dan cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin sudah mencapai 90 persen.

Dikatakannya susunan tim pemenangan sudah dibentuk untuk menyiapkan kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Struktur tim kampanye nasional diantaranya melibatkan seluruh sekjen partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Tarkait nama-nama struktur tim kampanye nasional, dirinya belum bisa menyebutkan satu per satu tokoh yang akan menjadi juru kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin. Akan tetapi Moeldoko meyakinkan bahwa struktur tim kampanye nasional punya kekuatan politik yang besar.

"Tokoh-tokoh nasional sudah masuk struktur. Di antaranya sekjen partai koalisi. Saat ini belum bisa saya sebutkan," ujar Moldoeko usai menghadiri acara adat Seren Taun di Desa Cigugur, Kabupaten Kuningan, Senin (3/9).

Intinya, menurut Moldoeko, tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf Amin punya kekuatan politik yang cukup besar. Begitu juga dengan petunjuk teknis dan strategi pemenangan sudah ditentukan. Bahkan, dia menyebut tim pemenangan sudah membuat jaringan hingga level akar rumput.

"Sudah ditentukan (tim kampanye) sampai ke tingkat bawah. Artinya tim kampanye nasional sudah siap jalan," kata dia.

Mengenai isu hoax dan sentimen kebencian yang kerap muncul saat pilpres berlangsung, kata Moeldoko, isu demikian harus dilawan. Mengingat isu bernuansa SARA berpotensi merusak iklim demokrasi di Indonesia.

Tidak hanya itu, isu bernada provokatif dan kebencian untuk menyerang lawan politik sangat mengancam rusaknya keharmonisan hidup berwarga negara. "Hoax dan isu SARA sangat mengancam perpecahan di tengah masyarakat. Bagaimana pun kita harus melawan isu-isu yang tidak bertanggung jawab," kata dia.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up