
Pekerja melakukan perawatan jaringan internet di Jakarta, Rabu (17/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Cakupan konektivitas digital di Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen. Pemerintah kini tidak hanya mengejar perluasan cakupan, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan agar konektivitas memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo mengatakan, peningkatan kualitas konektivitas membutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri. Hal tersebut menjadi semakin penting seiring perkembangan teknologi yang berlangsung dengan cepat.
“Ya, capaiannya sekarang sudah hampir lebih dari 90 persen konektivitas itu sendiri, itu sudah tercover, tapi kan tadi yang saya sampaikan kita tidak hanya bicara tentang konektivitas itu sendiri kita bicara bagaimana kualitasnya lebih baik,” ujar Wamen Angga Raka Prabowo dalam Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Halaman Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9).
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan industri diperlukan untuk menghadirkan infrastruktur serta ekosistem telekomunikasi digital yang semakin baik.
“Itulah dibutuhkan sinergi antara pemerintah juga industri, hari ini kan kemajuan teknologi juga begitu cepat nah inilah semangat itu yang lagi yang sedang kita tumbuhkan,” jelas Wamen Angga Raka Prabowo.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah memanfaatkan frekuensi 700 MHz untuk memperluas cakupan layanan 4G sekaligus menutup wilayah yang masih mengalami blank spot. Frekuensi tersebut dinilai penting bagi operator seluler untuk memperkuat jangkauan layanan.
“Baru-baru ini kita baru merilis frekuensi 700 dan 2600, apa gunanya 700 itu bagi teman-teman di operator seluler dan di lingkungan komunikasi sangat penting untuk coverage area, bagaimana 700 untuk teknologi 4G untuk menutup semua daerah-daerah blank spot kita,” ungkapnya.
Sementara itu, frekuensi 2.600 MHz diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan 5G. Angga menyebut frekuensi tersebut telah digelar dan kini telah dimiliki seluruh operator seluler.
“2600 untuk apa? Untuk lompatan kita untuk kualitas 5G seperti kita tahu, 5G kita mungkin sebelumnya masih belum sebarannya masih belum luas Alhamdulillah dengan 2600 ini sudah kita gelar dan semua operator seluler sudah memiliki,” kata Wamen Angga Raka Prabowo.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022