
Wamenkomdigi Nezar Patria. (Dok. Komdigi)
JawaPos.com - Perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi membuat posisi media konvensional menghadapi tantangan baru. Audiens yang sebelumnya menjadi bagian penting dari hubungan media dan pembaca kini semakin banyak berada dalam ekosistem platform digital.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mengatakan platform media sosial berkembang dengan cepat dan memiliki kemampuan lebih besar dalam mempertahankan perhatian pengguna. Kondisi tersebut secara perlahan mengubah pola distribusi informasi sekaligus hubungan media dengan audiensnya.
“Saat ini media kehilangan audiens, yang mengontrol audiens adalah platform. Platform media sosial berkembang jauh lebih cepat, lebih dalam, lebih agresif, sehingga menggeser pola hubungan antara media konvensional dan media tradisional dengan audiens,” ujar Wamen Nezar dalam Diskusi Panel Dewan Profesor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya di Jakarta Selatan, Kamis (10/9).
Menurut Nezar, kekuatan platform tersebut salah satunya berasal dari algoritma yang bekerja berdasarkan rekam jejak aktivitas penggunanya. Setiap interaksi dapat menjadi bahan bagi sistem untuk menentukan informasi yang dianggap relevan dan kemudian ditampilkan kembali.
“Jadi semua yang kita berikan tanda likes itu kemudian dicatat dalam machine learning yang dipakai oleh media sosial. Jadi apa yang kita suka akan selalu datang kepada kita, itulah yang disebut dengan echo chamber,” jelasnya.
Situasi tersebut turut memengaruhi cara publik menerima dan menilai sebuah informasi. Nezar mengutip Reuters Institute Digital News Report 2026 yang melibatkan lebih dari 100 ribu responden dari 48 negara.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa media sosial dan platform video telah menjadi sumber berita yang lebih banyak diakses dibandingkan televisi maupun situs berita resmi di 30 negara. Sementara itu, kurang dari empat dari 10 responden mengaku percaya terhadap berita yang mereka konsumsi.
“Yang terjadi adalah bukan delivering the truth, tetapi creating the perception, membentuk persepsi,” tegas Wamen Nezar.
Tantangan dalam ekosistem informasi juga semakin besar dengan berkembangnya kecerdasan artifisial (AI). Teknologi tersebut kini turut digunakan dalam proses produksi berita, tetapi hasil yang diberikan dapat bermasalah apabila data yang digunakan telah dimanipulasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022