Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Desember 2023 | 01.50 WIB

Kabar Baik, Ilmuwan Kembangkan Teknologi Model AI Baru ‘FuXi-Subseasonal’ untuk Prakiraan Cuaca

Pengunjung mempelajari model Pangu-Weather AI milik Huawei selama Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (WAIC) 2023 di Shanghai, Tiongkok timur, 6 Juli 2023. (Xinhua/Wang Xiang/english.news.cn)

JawaPos.com - Sebuah model baru untuk prakiraan cuaca submusiman bernama "FuXi-Subseasonal" telah dikembangkan oleh tim ilmuwan dari Akademi Kecerdasan Buatan untuk Ilmu Pengetahuan Shanghai, Universitas Fudan, dan Pusat Iklim Nasional China.

Model ini, dengan rentang prakiraan hingga 42 hari, diungkapkan dalam sesi ke-28 Konferensi Para Pihak COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Jumat (8/12) di Paviliun China oleh Universitas Fudan.

Dilansir dari Antara Senin (11/12), ilmuwan mengakui bahwa anomali sub musiman memiliki dampak signifikan pada peristiwa iklim, dan meningkatkan kemampuan prediksi pada skala waktu ini dianggap sebagai persyaratan mendesak untuk memajukan ilmu iklim.

Model FuXi-Subseasonal mengintegrasikan arsitektur pengubah dengan sampel acak terpandu dalam ruang laten untuk memperhitungkan ketidakpastian yang mendasari prediksi submusiman.

Dengan demikian, model ini mampu menghasilkan prakiraan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi daripada prakiraan dari Pusat Eropa untuk Prakiraan Cuaca Jangka Menengah (ECMWF), demikian diungkapkan oleh Qi Yuan, direktur Akademi Kecerdasan Buatan untuk Ilmu Pengetahuan Shanghai, yang juga merupakan profesor di Universitas Fudan.

Menurut Qi, model baru ini berhasil mengatasi berbagai kendala terkait kondisi awal yang tidak akurat dan sinyal pemaksaan eksternal pada skala waktu sub musiman.

"Pencapaian ini menjawab tantangan teknis yang telah lama ada dalam penelitian perubahan iklim. Pencapaian ini menawarkan potensi untuk penilaian yang lebih tepat waktu dan akurat terhadap risiko terkait iklim," kata Qi.

Selain itu, model baru "FuXi-Subseasonal" juga berhasil meningkatkan kemampuan prediksi fenomena atmosferis Osilasi Madden-Julian (MJO).

Mampu memperluas kemampuan prediksi MJO dari 30 menjadi 36 hari, seperti yang diungkapkan oleh Qi.

Qi menambahkan, prediksi MJO yang akurat sangat penting bagi perencanaan pertanian, kesiapsiagaan bencana, mitigasi risiko, dan penelitian iklim jangka panjang.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore