Pengunjung mempelajari model Pangu-Weather AI milik Huawei selama Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (WAIC) 2023 di Shanghai, Tiongkok timur, 6 Juli 2023. (Xinhua/Wang Xiang/english.news.cn)
JawaPos.com - Sebuah model baru untuk prakiraan cuaca submusiman bernama "FuXi-Subseasonal" telah dikembangkan oleh tim ilmuwan dari Akademi Kecerdasan Buatan untuk Ilmu Pengetahuan Shanghai, Universitas Fudan, dan Pusat Iklim Nasional China.
Model ini, dengan rentang prakiraan hingga 42 hari, diungkapkan dalam sesi ke-28 Konferensi Para Pihak COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Jumat (8/12) di Paviliun China oleh Universitas Fudan.
Dilansir dari Antara Senin (11/12), ilmuwan mengakui bahwa anomali sub musiman memiliki dampak signifikan pada peristiwa iklim, dan meningkatkan kemampuan prediksi pada skala waktu ini dianggap sebagai persyaratan mendesak untuk memajukan ilmu iklim.
Baca Juga: Google Disebut Ketahuan Bohong Terkait Kecerdasan Teknologi AI Barunya yang Bernama Gemini
Model FuXi-Subseasonal mengintegrasikan arsitektur pengubah dengan sampel acak terpandu dalam ruang laten untuk memperhitungkan ketidakpastian yang mendasari prediksi submusiman.
Dengan demikian, model ini mampu menghasilkan prakiraan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi daripada prakiraan dari Pusat Eropa untuk Prakiraan Cuaca Jangka Menengah (ECMWF), demikian diungkapkan oleh Qi Yuan, direktur Akademi Kecerdasan Buatan untuk Ilmu Pengetahuan Shanghai, yang juga merupakan profesor di Universitas Fudan.
Menurut Qi, model baru ini berhasil mengatasi berbagai kendala terkait kondisi awal yang tidak akurat dan sinyal pemaksaan eksternal pada skala waktu sub musiman.
"Pencapaian ini menjawab tantangan teknis yang telah lama ada dalam penelitian perubahan iklim. Pencapaian ini menawarkan potensi untuk penilaian yang lebih tepat waktu dan akurat terhadap risiko terkait iklim," kata Qi.
Selain itu, model baru "FuXi-Subseasonal" juga berhasil meningkatkan kemampuan prediksi fenomena atmosferis Osilasi Madden-Julian (MJO).
Mampu memperluas kemampuan prediksi MJO dari 30 menjadi 36 hari, seperti yang diungkapkan oleh Qi.
Qi menambahkan, prediksi MJO yang akurat sangat penting bagi perencanaan pertanian, kesiapsiagaan bencana, mitigasi risiko, dan penelitian iklim jangka panjang.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
