Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Agustus 2026 | 05.58 WIB

Robotaxi hingga Pabrik Pintar, Inovasi Tiongkok Ubah Cara Dunia Melihat Masa Depan Teknologi

Peserta Tsinghua Global Youth Dialogue menjajal teknologi antarmuka otak-komputer di Hangzhou, Tiongkok (CTV News) - Image

Peserta Tsinghua Global Youth Dialogue menjajal teknologi antarmuka otak-komputer di Hangzhou, Tiongkok (CTV News)

JawaPos.com - Fenomena teknologi sehari-hari di Tiongkok kini tidak hanya menjadi tontonan di media sosial, tetapi mulai mengubah pola perjalanan wisatawan asing. 

Robotaxi tanpa pengemudi, pabrik pintar berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga layanan robot dan pengiriman drone menjadi pengalaman baru yang menarik pengunjung global untuk melihat langsung bagaimana teknologi futuristis mulai hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Gelombang ketertarikan ini menguat setelah istilah "Very Chinese Time" menjadi populer di berbagai platform media sosial pada awal 2026. Berbagai konten mengenai kehidupan modern di Tiongkok memperlihatkan teknologi yang sebelumnya dianggap sebagai gambaran masa depan, tetapi kini digunakan dalam aktivitas harian. Fenomena tersebut memperluas cara dunia memahami perkembangan industri, manufaktur, dan gaya hidup berbasis teknologi di negara itu.

Perjalanan wisata teknologi kini berkembang sebagai jendela baru untuk mengenal inovasi Tiongkok. Dalam program Tsinghua Global Youth Dialogue, mahasiswa asing mengunjungi pusat teknologi di Hangzhou, Shanghai, dan Beijing untuk mencoba teknologi seperti antarmuka otak-komputer, robot humanoid, serta sistem produksi otomatis. 

Melansir Global Times, Sabtu (1/8/2026), Adele Lim Min Yee, mahasiswa Malaysia di Sekolah Ekonomi dan Manajemen Universitas Tsinghua, mengatakan, "Sebelumnya, jika saya ingin mempelajari teknologi Tiongkok, saya harus mencari tahu sendiri harus pergi ke mana. Program ini membuka pintu tersebut bagi saya."

Perubahan minat wisatawan juga terlihat dari konten digital. Dalam video 'Tiongkok Hidup di Tahun 2050', kreator perjalanan Wiktoria Wanders memperlihatkan pengalamannya menaiki robotaxi, mencoba perangkat penopang tubuh berbasis teknologi, kasur berbasis AI, serta melihat robot anjing di Shenzhen. 

Dia menyebut kota tersebut sebagai "dunia masa depan yang nyata." Video semacam ini membuat kemajuan teknologi Tiongkok tidak hanya menjadi bahan diskusi, tetapi juga tujuan perjalanan baru.

Menurut data Administrasi Imigrasi Nasional Tiongkok yang dikutip Global Times, negara itu mencatat 22,91 juta perjalanan masuk dari warga negara asing pada semester pertama 2026, naik 20,4 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 17,82 juta perjalanan menggunakan fasilitas bebas visa. Seiring meningkatnya kunjungan, wisatawan mulai mencari pengalaman yang melampaui objek sejarah seperti Tembok Besar atau kawasan tepi Sungai Huangpu di Shanghai.

Minat terhadap teknologi juga mendorong munculnya tur industri. Platform perjalanan Fliggy mencatat jumlah wisatawan keluarga dan mahasiswa asing dalam layanan masuknya meningkat lebih dari lima kali lipat dalam setahun terakhir. Mereka tertarik mencoba langsung model bahasa besar, perangkat AI, dan robot humanoid, bukan hanya melihat demonstrasi teknologi dari kejauhan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore