Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Desember 2023 | 19.32 WIB

Google Disebut Ketahuan Bohong Terkait Kecerdasan Teknologi AI Barunya yang Bernama Gemini

Ilustrasi: Teknologi AI Google Gemini. (Google). - Image

Ilustrasi: Teknologi AI Google Gemini. (Google).

JawaPos.com - Google baru-baru ini meluncurkan model Gemini AI barunya dan disebut-sebut sebagai penantang GPT-4 OpenAI. Namun, model kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) baru ini mendapat skeptisisme menyusul laporan Bloomberg yang mempertanyakan keaslian video demonya.

Menurut Google, model Gemini melampaui kinerja GPT-4, mencapai skor 90,04 % pada benchmark MMLU dibandingkan dengan GPT-4 sebesar 87,29 %. Mereka juga membagikan video demo yang menampilkan kemampuan Gemini yang mengesankan dalam beraksi di mana ia mampu berinteraksi dengan manusia secara real-time, memahami dan merespons visual dan perintah yang kompleks dengan lancar.
 
Namun, penyelidikan Bloomberg mengungkapkan bahwa video tersebut telah diedit dan tidak mencerminkan interaksi secara real-time. Demonstrasi langsung mengandalkan frame gambar diam dan perintah yang telah ditulis sebelumnya, bukan respons real-time dari Gemini terhadap gambar atau perubahan objek di atas meja.
 
 
Menanggapi kontroversi tersebut, salah satu pimpinan Google Oriol Vinyals membela video tersebut dan mengklaim bahwa video tersebut bertujuan untuk menginspirasi pengembang dengan menampilkan potensi pengalaman pengguna yang didukung oleh Gemini. Namun, menurut banyak pihak, pernyataannya tidak berhasil mengatasi kesenjangan antara presentasi video dan kemampuan teknologi sebenarnya.
 
Bahkan penafian resmi Google untuk video di YouTube menyebutkan pengurangan latensi dan output yang diperpendek. Namun, laporan tersebut tidak mengungkapkan keseluruhan penyuntingan yang diakui Bloomberg. Perbedaan seperti ini disebut menghilangkan pesona AI Gemini.
 
Ini bukan pertama kalinya perusahaan tersebut dikritik karena praktik semacam itu. Sebelumnya pada tahun 2023, demo Bard AI yang dilakukan secara terburu-buru mengakibatkan beberapa kesalahan besar, sehingga merusak citranya. 
 
 
Meskipun menjadi pemimpin dalam penelitian pembelajaran mesin atau Machine Learning (ML), Google tampaknya kesulitan mengomunikasikan kemampuan alat AI-nya secara efektif. Hanya waktu yang akan membuktikan apakah Gemini dapat memenuhi ekspektasi seperti yang digembar-gemborkan  atau tidak.
 
Seperti sudah diberitakan sebelumnya, Google Gemini AI adalah model kecerdasan buatan baru yang diklaim kuat dari Google. Ia tidak hanya dapat memahami teks tetapi juga video, audio, dan gambar. Google menjelaskan bahwa model multimodal ini mampu menyelesaikan tugas-tugas kompleks.
 
 
Itu termasuk memahami dan menghasilkan kode berkualitas tinggi. Dan bagian terbaiknya adalah ia dapat melakukannya dalam berbagai bahasa pemrograman. Google Gemini AI juga dapat menyelesaikan tugas rumit seputar fisika, matematika, dan bidang lainnya.
 
Google menjelaskan bahwa Gemini dibangun dari awal untuk menjadi multimodal. Artinya, ia dapat menggeneralisasi dan memahami, mengoperasikan, dan menggabungkan berbagai jenis informasi dengan lancar.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore