
Ilustrasi: keamanan internet
JawaPos.com – Konten negatif yang beredar di internet kian membuat resah masyarakat. Pornografi, berita bohong, ujaran kebencian, penipuan, perjudian hanya segelintir dari banyaknya konten negatif yang beredar di jagat maya. Hal itu membuat Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengambil tindakan.
Perangkat canggih yang diklaim dapat mengurangi peredaran konten negatif pun dibuat. Pengadaan Sistem Monitoring dan Perangkat Pengendali Situs Internet Bermuatan Negatif atau dikenal dengan mesin sensor internet itu tengah menuju tahap akhir. Sesuai target, mesin tersebut direncanakan beroperasi awal tahun 2018 mendatang.
Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, sampai saat ini progres pengadaan tersebut dari pemenang lelang sudah menyentuh angka 90 persen menuju final.
Dia menjelaskan, pada 29 Desember 2017 nanti, mesin sensor itu sudah dapat diserahterimakan kepada Kemenkominfo. “Itu ditempatkan di lantai 8 kantor Kemkominfo. Jadi, awal tahun, mudah-mudahan awal Januari siap beroperasi,” jelas Semuel saat ditemui JawaPos.com usai acara Diskusi Bareng Jurnalis Dirjen Aplikasi dan Informatika Untuk di kawasan Tangerang Selatan, Senin (18/12).
Alat canggih yang belum memiliki nama itu nantinya bertempat di sebuah ruangan dengan bermacam-macam perangkat den teknologi terkini. Di dalamnya akan ada layar-layar untuk tim pengendali bekerja. Sekeliling ruangan tersebut akan ditempatkan kaca-kaca seperti halnya ruang kontrol.
"Alat ini bermanfaat bukan untuk Kemkominfo saja. Bisa buat lembaga atau kementerian lain yang memiliki kewenangan juga dapat menggunakannya. Sebut saja KPK, BNN, Kepolisian, TNI, BPOM, dan lembaga lainnya,” terang Semuel.
Sistematika pengoperasiannya, mesin sensor ini akan menganut sistem kerja crawling otomatis. Mesin tersebut akan mendeteksi situs-situs dan konten negatif di dunia maya yang berpotensi membahayakan berdasarkan keyword tertentu yang sudah dimasukkan oleh tim.
Mesin sensor ini adalah buah dari tender yang digelar oleh Kemenkominfo dengan pagu anggaran senilai Rp 211 miliar. Proyek ini dimenangkan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT Inti) yang menyisihkan 71 peserta lainnya.
Untuk diketahui, rincian paket mesin sensor internet ini mencapai Rp 211.872.500, sedangkan untuk nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat sebesar Rp 211.870.060.792. Sementara PT Inti menang lelang dengan memberikan harga penawaran Rp 198.611.683.606 dan harga terkoreksi Rp 194.059.863.536 dengan skor 70 dan skor akhir 94.
Kemenkominfo akan membayar PT Inti setelah pengadaan barang tersebut sudah ada dan dinyatakan siap untuk beroperasi. Istilah seperti ini dikenal dengan lump sum.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022