
Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan (kanan) dan Plt Kepala Hubungan Masyarakat Noor Iza saat acara Diskusi Bareng Jurnalis Dirjen Aplikasi dan Informatika di Tangerang Selatan, Banten, Senin (18/12).
JawaPos.com - Konten negatif yang beredar di internet masih menjadi 'pekerjaan rumah' Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Kondisi yang membuat geram Kemenkominfo itu rupanya memunculkan ide untuk membuat Gerakan Nasional Literasi Digital lewat program Siber Kreasi.
Siber Kreasi sendiri adalah bentuk kerja sama antara beberapa pihak dengan Kemkominfo yang concern terhadap upaya melawan penyebaran konten negatif di internet. Gerakan itu berfokus pada peningkatan literasi digital pengguna internet di Indonesia yang masih sangat minim, terutama untuk generasi muda dan pengguna internet baru.
Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, program ini merupakan salah satu fokus utama Kemenkominfo dalam beberapa tahun ke depan. Siber Kreasi akan memakan waktu kurang lebih tiga tahun dan tahap edukasi literasi digital kepada masyarakat itu diyakini akan selesai pada tahun 2020 mendatang.
"Program ini sudah diluncurkan pada 28 Oktober 2017 lalu, dan sudah keliling ke Indonesia dengan memberikan edukasi digital kepada masyarakat,” jelas Semuel saat ditemui JawaPos.com pada acara Diskusi Jurnalis Bersama Kemkominfo yang digelar di wilayah Tangerang Selatan, Banten, Senin (18/12).
Kemenkominfo mencanangkan dalam tiga tahun ke depan akan terus menggenjot program literasi digital ini. “Kami ingin memberikan edukasi kepada pengguna internet yang masih ‘nakal’, sehingga dengan mereka teredukasi dan terliterasi dengan baik. Mudah-mudahan bisa lebih bijak dalam menggunakan internet,” tutur Semuel.
Kemudian dia juga menyatakan bahwa masyarakat harus melek terhadap informasi yang tersebar di internet. Hal ini dilakukan agar dapat memilah-milah informasi yang mereka terima.
“Masyarakat juga harus cerdas, informasi yang tidak akurat dan tidak bermanfaat harus dibuang jauh-jauh agar tidak menimbulkan kegaduhan. Jangan diteruskan, ya," tutur pria yang akrab disapa Semmy ini.
Semmy mengungkap pihaknya melakukan empat langkah untuk mengedukasi masyarakat. Pertama, mengutamakan upaya kolaborasi dan engagement.
“Ini harus dilakukan sama-sama, kita, warga negara, pengguna internet di Indonesia. Kalau semua dibebankan kepada pemerintah ini tidak akan efektif. Karena penyelesaian masalah ini solusinya ada di masyarakat sendiri,” kata Semmy.
Setelah itu, lanjut Semmy, pihaknya juga akan menciptakan kurikulum khusus edukasi literasi digital mengingat tahap ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Terakhir, pihaknya akan memberdayakan komunitas-komunitas, sehingga ada pihak yang berperan menjadi ‘pencerah’ bagi masayarakat.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
