JawaPos Radar

Mensos Idrus Marham Klaim Jumlah Penduduk Miskin Turun Berkat PKH

13/08/2018, 11:40 WIB | Editor: Ilham Safutra
Mensos Idrus Marham Klaim Jumlah Penduduk Miskin Turun Berkat PKH
Menteri Sosial Idrus Marham. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Program Keluarga Harapan (PKH) yang dijalankan Kementerian Sosial (Kemensos) diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan. Menteri Sosial Idrus Marham mengklaim, sepanjang PKH yang dijalankan sejak 2017 hingga 2018, telah terjadi penurunan penduduk miskin.

"Program PKH dapat berjalan efektif karena adanya pendamping PKH. Targetnya mendorong keluarga penerima manfaat (KPM) bisa mandiri," kata Mensos Idrus Marham dalam sarasehan SDM pelaksana PKH. Acara tersebut dilanjutkan dengan Gebyar Prestasi Keluarga Sejahtera Indonesia 2018 di Cibubur, kemarin.

Menurut dia, pada 2018 pemerintah telah menaikkan target penerima program PKH menjadi 10 juta KPM. Dampak kenaikan target telah berkontribusi pada penurunan jumlah penduduk miskin 1,82 juta orang dalam kurun Maret 2017 hingga Maret 2018.

Mensos Idrus Marham Klaim Jumlah Penduduk Miskin Turun Berkat PKH
Menteri Sosial Idrus Marham memberikan keterangan usai menerima tujuh anak korban terorisme di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (12/6). (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Hasil survei menunjukkan penurunan angka kemiskinan di Indonesia sebesar 630 ribu orang menjadi 25,95 juta orang atau 9,82 persen per Maret 2018 jika dibandingkan dengan per September 2017 (26,58 juta orang atau 10,12 persen).

Menurut Idrus, peran pendamping PKH sangat strategis. Apalagi, tahun depan jumlah anggaran PKH akan bertambah dua kali lipat jika dibandingkan dengan anggaran tahun ini. Karena itu, pengelolaannya harus profesional.

Sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi, dana program PKH meningkat dua kali lipat. Pada 2018 bansos PKH senilai Rp 17 triliun. Pada 2019 bakal naik menjadi Rp 32 triliun. Meski anggaran naik, jumlah penerima PKH akan tetap dan tak mengalami penambahan. Saat ini penerima PKH sekitar 10 juta kepala keluarga (KK). 

(wan/c19/agm)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up