
Kemiskinan di Jawa menjadi terbanyak di Indonesia
JawaPos.com - Menteri Perencanaan Pembanguna Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro tidak memungkiri penduduk miskin di Indonesia cukup rentan terhadap dampak ekonomi dalam negeri. Itu artinya, ada potensi penduduk yang sudah berada di atas garis kemiskinan bisa kembali berada pada kategori miskin.
Hal itu juga tercermin dari jumlah penduduk miskin yang terjadi sebelum krisis moneter 1998 yang pada saat itu persentasenya hanya mencapai 11 persen dari total penduduk. Namun, angka itu meningkat dua kali lipat pada saat krisis moneter menghantam perekonomian dalam negeri.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pada saat krisis moneter tahun 1998 mencapai 49,50 juta orang atau 21,92 persen dari total penduduk Indonesia yang terdiri dari 17,60 juta penduduk miskin di kota dan 31,90 juta penduduk miskin di desa.
Setahun berselang, atau memasuki era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yakni tepatnya pada 1999, angka kemiskinan turun menjadi 47,97 juta orang. Tahun selanjutnya kembali terjadi penurunan yang signifikan yakni menjadi 38,74 juta orang.
"Artinya apa? Ekonomi kita itu harus dijaga, harus bebas dari krisis, jangan sampai kita kena krisis seperti 1998. Karena kalau sampai kena krisis seperti 1998 tidak hanya PDB kita berkontraksi sampai minus 14 persen, tapi yang lebih jelek kemiskinannya melonjak luar biasa," ujarnya dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (30/7).
Bercermin pada hal itu, mantan Menteri Keuangan tersebut meminta semua pihak agar berupaya menjaga ekonomi Tanah Air agar tetap stabil. Apalagi, pada tahun ini pertama kalinya angka kemiskinan berada pada persentase satu digityakni 9,82 persen.
"Ini yang menjadi PR kita, meskipun banyak yang keluar dari kemiskinan tapi juga masih banyak yang masih rentan miskin. Nah rentan miskin ini gampang kembali jadi miskin kalau ada kejadian krisis yang besar seperti di tahun 1998," tandasnya.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
