Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 September 2023 | 00.53 WIB

Terapkan Sistem One Stop Service Bagi Pensiunan, Kementerian Agama Gunakan Teknologi Biometrik

Ilustrasi haji: Kemenag mengusulkan perekaman biometrik dilakukan di 13 embarkasi supaya memudahkan jamaah di Arab Saudi.

JawaPos.com Menjelang masa pensiun, tahun ini salah satu kementrian menggunakan system yang diketahui praktis untuk mengurus dokumen purna bhakti. Baru baru ini Kementrian Agama gunakan teknologi Biometrik untuk mengurus dokumen masa pensiun. 

Seperti diketahui, Kementerian Agama gunakan teknologi Biometrik untuk efisiensi waktu dan tempat bagi pegawai yang memasuki masa purna bakti.

Dikutip dari website Kemenag pada Rabu (20/9), Sekjen Kemenag Nizar Ali mengatakan  “Tahun ini kita terapkan one stop service bagi pegawai yang akan memasuki masa pensiun. Mereka tidak perlu mengurus kesana – kemari, tinggal datang satu hari selesai, rekam biometric dengan layanan one stop service ini.”

Kemenag dikabarkan bekerjasama dengan PT. Taspen perihal implementasi one stop service ini. Sebagai informasi, PT. Taspen adalah lembaga yang berwenang dalam hal pengurusan pensiun. Sistem ini hanya berlaku bagi pegawai kementerian agama yang memasuki usia purna bakti.

Menurut Nizar system one stop service sendiri merupakan sistem satu pintu, satu waktu, dan diselenggarakan dalam satu tempat. Layanan ini menghimpun beberapa jenis pelayanan berkaitan dengan pengurusan pensiun yang sebelumnya harus diurus di beberapa tempat.

Nizar menambahkan, layanan terpadu satu pintu, satu waktu bertujuan untuk memberikan kemudahan layanan kepada PNS yang memasuki purna bakti, bahkan mereka akan dijemput oleh tim Biro Kepegawaian untuk mendapatkan layanan.

Sebagai informasi, dikutip dari situs Privy.id, teknologi Biometrik sendiri merupakan layanan untuk mengenali seseorang dalam pengurusan dokumen menggunakan data biologis orang tersebut.

Penggunaan data biologis untuk mengesahkan dokumen sudah ada sejak abad kedua sebelum masehi.

Menurut sejarah, kaisar Ts’In She dari China menggunakan sidik jari untuk mengesahkan dokumen. Sistem ini juga pernah digunakan oleh William James Herschel, seorang pemimpin Inggris di India pada tahun 1858 selama pembangunan jalan raya Bengal.

Biometrik sendiri memiliki kelebihan yakni tidak dapat dipalsukan karena data biologis seseorang tidak dapat diduplikasi.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore