Tanda-tanda anak kekurangan zat besi
JawaPos.com -- Zat besi merupakan salah satu nutrisi yang penting bagi tubuh anak, terutama pada otak.
Hal ini karena kekurangan zat besi pada anak-anak dapat menyebabkan pertumbuhan tinggi badan terhambat atau stunting, kemampuan intelektual yang kurang optimal, dan lainnya.
Oleh karena itu, kandungan zat besi pada anak harus terpenuhi agar tumbuh kembang anak dapat tercukupi. Ada beberapa jenis makanan yang mengandung zat besi, salah satunya yaitu daging merah.
Diketahui bahwa daging merah yang rendah lemak adalah sumber terkaya dari zat besi-haem. Kandungan zat besi yang ada di dalam daging merah diserap sangat baik dalam tubuh dibandingkan dengan zat besi non-haem yang terdapat dalam makan yang berasal dari tumbuhan. Kandungan zat besi sangat penting untuk pengangkutan oksigen, produksi energi serta perkembangan otak.
Baca Juga: 7 Sayuran Kaya Vitamin C Melebihi Jeruk, Cocok untuk Dukung Imunitas dan Serapan Zat Besi Tubuh
Dalam acara world iron awareness week yang diselenggarakan oleh Meat & Livestock Australia (MLA) pada hari Senin (13/10) di Silk Thai, Emilia Achmadi selaku Sport Nutritionist mengatakan bahwa ada beberapa tanda anak-anak yang kekurangan zat besi, seperti:
Tanda pertama yang dapat terlihat pada anak yang kekurangan zat beşi yaitu anak tidak aktif atau menjadi pendiam. Hal tersebut bisa menandakan anak kekurangan zat besi.
Selanjutnya yaitu lesu, lesu bisa menjadi tanda anak kekurangan kandungan zat besi di dalam tubuh.
Kondisi ini terjadi karena zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Jika kadar zat besi rendah, suplai oksigen ke jaringan tubuh pun berkurang, sehingga anak mudah merasa lemah, cepat lelah, dan tidak bersemangat beraktivitas.
Baca Juga: 6 Camilan Kaya Zat Besi yang Dapat Membantu Tingkatkan Energi dan Fokus Tubuh Sepanjang Hari
Tanda selanjutnya dari kekurangan zat besi pada anak yaitu mudah mengantuk. Mudah mengantuk bisa terjadi karena tubuh anak kekurangan oksigen yang dibawa oleh sel darah merah.
Saat zat besi dalam tubuh rendah, produksi hemoglobin juga menurun. Akibatnya, pasokan oksigen ke otak dan seluruh tubuh berkurang, sehingga anak jadi cepat lelah dan mudah mengantuk

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
