langkah preventif
Ilustrasi seseorang sakit perut akibat bakteri salmonella (Dok. Freepik)
JawaPos.com – Pernahkah kamu mengalami gangguan pencernaan seperti sakit perut, muntah-muntah, bahkan demam setelah mengkonsumsi telur setengah matang atau salmon sashimi dari restoran Jepang favoritmu? Kamu mungkin berpikir itu hanya sakit biasa. Padahal, efeknya bisa saja lebih jauh dari itu jika diabaikan, terlebih jika bakteri Salmonella yang menjadi penyebabnya.
Mengutip dari Alodokter, Salmonella merupakan bakteri yang menyebar melalui tinja atau feses manusia dan utamanya menyerang sistem pencernaan. Biasanya, penyakit ini terjadi akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri tersebut kemudian menyebabkan sejumlah gejala diawali dengan kram perut hingga diare selama 4-7 hari atau keracunan makanan sebagai efek terberatnya.
Banyak orang tidak menyadari bahwa makanan sehari-hari bisa menjadi tempat bersembunyi bagi bakteri Salmonella. Makanan yang tampak lezat dan segar kadang menyimpan risiko tersembunyi jika tidak diolah atau disimpan dengan benar.
Daging sapi, unggas seperti ayam broiler, dan makanan laut menjadi contoh paling umum. Jika dimasak setengah matang atau bahkan dikonsumsi mentah-mentah, bakteri di dalamnya dapat bertahan hidup dan menyebabkan infeksi ketika dikonsumsi. Hal serupa juga bisa terjadi pada telur mentah atau yang hanya dimasak separuh misalnya pada saus buatan rumah atau adonan kue yang belum matang sempurna.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Stadium Lanjut dengan Pendekatan Multidisiplin
Produk susu yang belum melalui proses pasteurisasi juga tak kalah berisiko. Tanpa pemanasan yang memadai, susu bisa menjadi media subur bagi pertumbuhan bakteri. Selain itu, paparan air atau tanah yang terkontaminasi kemudian digunakan untuk mencuci buah maupun sayur pun dapat membawa Salmonella. Dalam beberapa kasus, makanan olahan seperti nugget atau sosis yang tidak disimpan pada suhu aman juga dapat menjadi sumber penularan.
Namun, bukan hanya makanan yang berpotensi menularkan. Centers for Disease Control (CDC) mencatat bahwa kontak langsung dengan hewan tertentu seperti anak ayam, kura-kura, iguana, atau burung peliharaan juga dapat menyebabkan infeksi, terutama bila setelah memegang hewan tersebut seseorang tidak mencuci tangan dengan benar.
Faktor risiko infeksi Salmonella meningkat pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, anak-anak kecil, lansia, serta mereka yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik. Kombinasi antara kebersihan yang minim dan penanganan makanan yang tidak tepat menjadi alasan mengapa penyakit ini masih sering muncul di berbagai tempat.
Akan tetapi, jangan khawatir. Berikut sejumlah langkah preventif yang dapat kita lakukan sebagai bentuk antisipasi menanggulangi risiko penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella merujuk pada laman Centers for Disease Control (CDC):
1. Senantiasa Menjaga Kebersihan
Mencuci tangan sebelum makan, memperhatikan kebersihan alat makan seperti piring, gelas, sendok, pisau maupun garpu yang digunakan, serta memastikan bahan makanan sebelum maupun sesudah diolah telah melewati proses yang higienis dan terjamin kebersihannya.
2. Terapkan 4 Langkah Utama dalam Mengolah Makanan
CDC menulis terdapat 4 langkah utama dalam mengolah makanan sebelum bisa dikonsumsi yaitu sebagai berikut. Pertama, Clean (Bersihkan) meliputi cuci tangan sebelum dan sesudah menangani makanan. Lengkap dengan perhatikan kebersihan permukaan dapur, talenan, dan peralatan setelah digunakan. Kedua, Separate (Pisahkan) antara bahan mentah seperti daging dan ayam dari makanan siap saji untuk mencegah kontaminasi bakteri yang bisa saja hadir. Ketiga Cook (Masak), pastikan makanan dimasak dengan suhu yang cukup tinggi untuk membunuh bakteri dan hindari mengkonsumsi makanan setengah matang terlalu sering. Terakhir Chill (Simpan Dingin) meliputi proses penyimpanan makanan yang mudah basi di lemari pendingin dalam waktu durasi waktu secepatnya setelah dimasak sebab suhu dingin memperlambat pertumbuhan bakteri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022