Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 16.50 WIB

BNPB: 94 Warga NTT Meninggal di Pengungsian Bukan Dampak Langsung Gempa, tapi Riwayat Sakit Lama

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan keterangan kepada awak media terkait dengan penanggulangan karhutla di Kalimantan pada Kamis (17/9). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan keterangan kepada awak media terkait dengan penanggulangan karhutla di Kalimantan pada Kamis (17/9). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengklarifikasi kabar meninggalnya 94 warga Nusa Tenggara Timur (NTT) di lokasi pengungsian. Penyebab hilangnya nyawa para warga tersebut bukan dampak langsung bencana gempa bumi, melainkan karena riwayat sakit yang sudah lama diderita.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan hal itu melalui video klarifikasi yang diunggah pada akun media sosial resmi BNPB. Dikutip pada Sabtu (19/9), Berton menyampaikan bahwa pihaknya sengaja menyampaikan klarifikasi.

”Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan klarifikasi resmi terkait data sanggahan sementara mengenai 94 korban jiwa pasca gempa,” kata dia.

Berdasar hasil verifikasi dan validasi terpadu antara BNPB dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di 7 kabupaten terdampak, Berton mengungkapkan bahwa 94 warga tersebut tidak meninggal akibat trauma fisik langsung atau akibat reruntuhan bangunan saat gempa bumi mengguncang NTT.

”Data dari tim medis menunjukkan sebagian besar warga tersebut adalah kelompok lansia yang meninggal dunia karena komplikasi penyakit kronis yang sudah diderita, seperti stroke dan diabetes mellitus,” imbuhnya.

Berton memastikan, proses penanganan medis sudah dilakukan secara maksimal di berbagai fasilitas kesehatan dan pos kesehatan terpadu. Namun demikian, nyawa mereka tetap tidak tertolong. BNPB menjamin, sejak awal pos-pos dan fasilitas kesehatan sudah dimaksimalkan.

”Kami juga ingin memastikan pelayanan dasar dan kesehatan bagi para penyintas (gempa bumi NTT) tetap terlaksana optimal,” imbuhnya.

Sejak hari pertama, lanjut Berton, BNPB telah mengaktifkan pos dukungan logistik Di Labuan Bajo dan Maumere. Bantuan medis, obat-obatan, termasuk peralatan lain yang dibutuhkan terus didistribusikan untuk menjangkau para pengungsi. Baik yang terpusat maupun pengungsi mandiri.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore