Seseorang yang lebih bersyukur seiring bertambahnya usia
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, hidup pelan-pelan mengajarkan satu pelajaran penting: tidak semua hal layak diperjuangkan, dan tidak semua luka perlu terus disimpan. Banyak orang muda mengira kebahagiaan datang dari kemenangan, pembuktian, atau balas dendam yang manis. Namun mereka yang telah melewati cukup banyak fase hidup justru menemukan ketenangan dari arah yang berlawanan—rasa syukur.
Psikologi modern menunjukkan bahwa orang yang semakin dewasa secara emosional cenderung memilih bersyukur daripada menyimpan dendam. Bukan karena mereka tidak pernah disakiti, melainkan karena mereka belajar bahwa menyimpan kemarahan hanya akan melelahkan diri sendiri. Menariknya, pilihan batin ini tercermin dalam perilaku sehari-hari yang cukup konsisten.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (13/1), terdapat 10 perilaku yang umumnya dilakukan oleh orang-orang yang menjadi lebih bersyukur seiring bertambahnya usia, menurut sudut pandang psikologi.
Baca Juga: 7 Perilaku di Media Sosial Ini Membuat Orang Langsung Tidak Menyukai Anda di Kehidupan Nyata Menurut Psikologi
1. Mereka Menerima Bahwa Tidak Semua Orang Harus Memahami Mereka
Orang yang menyimpan dendam sering kali terjebak pada keinginan untuk dimengerti, diakui, atau dibenarkan. Sebaliknya, orang yang bersyukur belajar menerima satu kenyataan penting: tidak semua orang mampu atau mau memahami sudut pandang kita.
Psikologi menyebut ini sebagai emotional acceptance. Dengan menerima keterbatasan orang lain, mereka membebaskan diri dari ekspektasi berlebihan yang sering menjadi sumber kekecewaan dan kemarahan.
2. Mereka Lebih Fokus pada Respons, Bukan Reaksi
Seiring usia, seseorang belajar membedakan antara reaksi spontan dan respons yang disadari. Orang yang bersyukur cenderung berhenti sejenak sebelum bertindak, terutama saat dipicu oleh emosi negatif.
Dalam psikologi, kemampuan ini berkaitan dengan regulasi emosi dan kematangan prefrontal cortex. Mereka memahami bahwa tidak semua hal perlu ditanggapi dengan ledakan emosi—banyak masalah justru selesai dengan keheningan yang bijak.
Baca Juga: Orang yang Membersihkan Peralatan Gym Setelah Menggunakannya Memiliki 7 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi
3. Mereka Tidak Mengulang Cerita Luka Lama Berulang-ulang
Salah satu ciri orang yang masih menyimpan dendam adalah kebiasaan menceritakan kembali luka lama dengan emosi yang sama, seolah kejadian itu baru saja terjadi.
Orang yang lebih bersyukur memilih jalan berbeda. Mereka mungkin mengingat, tetapi tidak terus menghidupkan kembali rasa sakitnya. Psikologi menyebut ini sebagai adaptive memory processing—mengingat untuk belajar, bukan untuk terluka kembali.
4. Mereka Menghargai Kedamaian Lebih dari Pembenaran
Pada usia tertentu, banyak orang menyadari bahwa menjadi “benar” tidak selalu membuat hidup lebih tenang. Orang yang bersyukur lebih memilih kedamaian batin daripada menang dalam perdebatan.
Ini berkaitan dengan pergeseran nilai internal: dari ego-oriented menjadi well-being-oriented. Mereka paham bahwa ketenangan jiwa jauh lebih berharga daripada validasi sesaat.
5. Mereka Memaafkan Tanpa Menunggu Permintaan Maaf
Salah satu tanda kematangan emosional adalah kemampuan memaafkan tanpa syarat eksternal. Orang yang bersyukur tidak menunggu orang lain berubah atau mengakui kesalahan terlebih dahulu.
Dalam psikologi, memaafkan lebih dilihat sebagai proses penyembuhan diri, bukan hadiah untuk pelaku. Mereka melepaskan beban bukan karena orang lain layak, tetapi karena diri mereka pantas untuk damai.
6. Mereka Menyadari Bahwa Setiap Orang Bertarung dengan Lukanya Sendiri
Pengalaman hidup membuat seseorang lebih empatik. Orang yang bersyukur memahami bahwa perilaku menyakitkan sering lahir dari luka yang tidak terlihat.
Kesadaran ini tidak membenarkan perlakuan buruk, tetapi membantu mengurangi kebencian. Psikologi menyebutnya sebagai perspective-taking, kemampuan melihat dunia dari sudut pandang orang lain.
7. Mereka Lebih Sering Menghitung Berkah daripada Kerugian
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022