Ilustrasi seseorang yang perilakunya tidak disukai di media sosial
JawaPos.com - Di era digital, media sosial bukan lagi sekadar ruang berbagi foto atau cerita. Tanpa disadari, apa yang kita unggah, komentari, dan perlihatkan di layar kecil itu membentuk citra diri yang kuat di mata orang lain. Psikologi sosial menyebut fenomena ini sebagai impression formation—proses cepat di mana seseorang menilai kepribadian kita hanya dari isyarat sederhana.
Masalahnya, banyak orang merasa dirinya “biasa saja” di dunia nyata, namun justru menimbulkan kesan negatif lewat perilaku di media sosial. Ironisnya, kesan ini sering terbawa ke interaksi langsung, membuat orang merasa enggan, tidak nyaman, atau bahkan langsung tidak menyukai kita tanpa tahu alasannya secara pasti.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (13/1), menurut berbagai kajian psikologi sosial dan perilaku, terdapat tujuh perilaku di media sosial yang secara halus namun kuat dapat membuat orang langsung kehilangan simpati kepada Anda di kehidupan nyata.
Baca Juga: Perilaku Orang yang Tidak Memiliki Keluarga atau Teman Dekat Menurut Psikologi: Antara Kemandirian, Luka Batin, dan Strategi Bertahan Hidup
1. Terlalu Sering Pamer Berlebihan (Excessive Self-Promotion)
Memamerkan pencapaian sesekali adalah hal wajar. Namun ketika hampir setiap unggahan berisi keberhasilan, kemewahan, atau pencitraan diri yang terlalu sempurna, psikologi melihatnya sebagai sinyal narsisme.
Otak manusia secara alami kurang menyukai individu yang terkesan mencari validasi terus-menerus. Dalam kehidupan nyata, orang cenderung menilai Anda sebagai pribadi yang haus pengakuan, sulit diajak empati, dan lebih fokus pada diri sendiri daripada orang lain.
Alih-alih terlihat sukses, pamer berlebihan justru sering memunculkan rasa jengah dan jarak emosional.
Baca Juga: Orang Dewasa yang Terlalu Banyak Dipuji Saat Masih Kecil Seringkali Kesulitan dengan 9 Perilaku Ini di Kemudian Hari Menurut Psikologi
2. Hobi Mengeluh dan Bermain Peran sebagai Korban
Media sosial yang dipenuhi keluhan, sindiran, dan curahan frustrasi tanpa solusi memberi kesan emotional burden. Dalam psikologi, manusia secara naluriah menghindari sumber emosi negatif yang terus-menerus.
Ketika Anda dikenal sebagai “orang yang selalu bermasalah” di media sosial, citra itu terbawa ke dunia nyata. Orang menjadi lebih hati-hati, menjaga jarak, atau bahkan menghindari interaksi karena takut ikut terseret drama emosional Anda.
Bukan karena mereka tidak peduli, tetapi karena otak mereka mencari kenyamanan emosional.
3. Terlalu Sering Merasa Paling Benar
Perilaku suka mengoreksi, menghakimi, atau memaksakan pendapat di kolom komentar adalah salah satu pemicu antipati tercepat. Psikologi menyebut ini sebagai moral superiority signaling—usaha menunjukkan diri lebih pintar, lebih bermoral, atau lebih tahu dibanding orang lain.
Di dunia nyata, orang akan menangkap Anda sebagai pribadi yang kaku, sulit berdialog, dan tidak memberi ruang bagi perspektif lain. Sekalipun niat Anda baik, cara penyampaiannya membuat orang merasa diremehkan.
Dan tidak ada yang suka merasa direndahkan.
4. Membuka Terlalu Banyak Urusan Pribadi (Oversharing)
Curhat adalah manusiawi, tetapi membagikan konflik keluarga, masalah pasangan, atau luka emosional secara terbuka dapat menimbulkan ketidaknyamanan sosial. Dalam psikologi, oversharing sering dikaitkan dengan batas personal yang lemah.
Orang yang melihatnya mungkin merasa kasihan, tetapi sekaligus tidak nyaman. Di kehidupan nyata, mereka bisa menjadi canggung, bingung harus bersikap seperti apa, atau bahkan menjaga jarak karena takut terlibat terlalu jauh dalam urusan pribadi Anda.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
