Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Oktober 2018 | 21.47 WIB

Siswanya Berjualan Cilok, Pihak Sekolah Tawarkan Tempat

PEKERJA KERAS: Ida Ayu Riski Susilowati rela berjualan cilok demi memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah. - Image

PEKERJA KERAS: Ida Ayu Riski Susilowati rela berjualan cilok demi memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah.

JawaPos.com - Pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bhakti Karya, Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng) memberikan dukungan penuh kepada siswanya yang berjualan cilok, Ida Ayu Riski Susilowati. Selain menawarkan sejumlah peralatan, sekolah bahkan menyiapkan tempat yang bisa digunakan Ida untuk menjajakan produknya.


Kepala SMK Bhakti Karya, Karanganyar, Sutarno mengatakan, selama ini pihak sekolah tidak pernah mempermasalahkan adanya siswa yang berjualan di sekolah. Sebaliknya, sekolah memberikan dukungan penuh jika ada siswa yang berwirausaha seperti Ida. 


"Semangat Ida untuk berwirausaha sangat tinggi, dan ini bagus karena bisa membuka peluang baru pekerjaan," terang Sutarno kepada JawaPos.com, Kamis (25/10).


Lebih lanjut Sutarno mengungkapkan, pihak sekolah sudah memberikan sejumlah penawaran kepada Ida. Mulai dari peralatan sampai dengan tempat untuk berjualan di sekolah. Akan tetapi, tawaran tersebut tidak begitu saja diterima. 


Ida lebih memilih berusaha mandiri untuk mencukupi kebutuhannya. Salah satunya adalah karena Ida tidak ingin dikasihani, termasuk juga oleh pihak sekolah. "Saat kami menawarkan bantuan itu tidak langsung mau menerima, tetapi pertimbangannya banyak kalau mau dibantu. Dia tidak mau dikasihani," ucapnya. 


Sutarno berharap, semangat berwirausaha ini juga bisa dicontoh oleh siswa yang lainnya. Sehingga, lulus dari SMK para siswa bisa langsung bekerja atau setidaknya bisa membuka lapangan kerja baru. "Kalau sampai banyak lulusan yang tidak bisa bekerja saya yang malu, makanya kami mensuport penuh kalau ada siswa yang mau berwirausaha," tandasnya. 


Dukungan juga disampaikan oleh Wali kelas XII A, Kismita, 28. Guru mata pelajaran Bahasa Inggris itu mengaku bangga dengan yang dilakukan oleh Ida. Terlebih, apa yang dilakukan Ida tidak pernah mengganggu kegiatan belajarnya.


"Sejak duduk di kelas X Ida selalu masuk rangking 10 besar. Dia bisa membagi waktu antara belajar dan bekerja. Dia punya prinsip pekerjaan apa pun akan dilakukan yang penting halal," ucapnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore