
ILUSTRASI: Sekitar 2.000 GTT (Guru Tidak Tetap) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengajukan izin tak bekerja selama 2 minggu.
JawaPos.com - Sekitar 2.000 GTT (Guru Tidak Tetap) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengajukan izin tak bekerja selama 2 minggu. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap Peraturan Menteri Nomor 36 Tahun 2018 tentang rekruitmen CPNS jalur umum.
Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Kabupaten Gunungkidul, Aris Wijayanto mengatakan pengajuan izin tak bekerja itu tertanggal 15-31 Oktober 2018. "Kami sudah koordinasi dengan anggota, terkait izin tak mengajar dan bekerja ini," katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (11/10).
Selain koordinasi dengan seluruh anggota, juga telah diumumkan melalui sekolah. Kemudian di media sosial, serta melalui surat tertulis yang ditujukan kepada koordinator Kecamatan dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Gunungkidul.
Menurutnya, Permen No 36 Tahun 2018 sangat diskriminatif terhadap guru honorer dan tenaga kependidikan honorer di sekolah negeri. "Ini bentuk protes kami," katanya.
Pihaknya menuntut agar peraturan tersebut segera dicabut oleh pemerintah pusat. Kemudian diganti dengan perpu pengganti UU oleh Presiden RI untuk menyelesaikan permasalahannya.
Sementara itu, Koordinator FHSN wilayah Kecamatan Semanu, Wahyu Arinto menambahkan, aksi ini memang disadari akan ada risikonya. Salah satunya kegiatan belajar mengajar para siswa yang akan terganggu.
"Murid-murid bertanya siapa yang akan mengajar jika kami izin. Tapi mau bagaimana lagi, kami harus memperjuangkan nasib kami," tuturnya.
Penghasilan GTT di Kabupaten Gunungkidul saat ini kisaran Rp 400 ribu per bulan saja. Rekan-rekannya pun harus bekerja di lain profesinya, seperti berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan akan adanya aksi itu. "Saya memahami ikhtiar teman-teman (GTT dan PTT), tapi saya harap bapak ibu GTT dan PTT tidak tega meninggalkan tugasnya dalam waktu lama," ucapnya

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
