
ILUSTRASI: Sekitar 2.000 GTT (Guru Tidak Tetap) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengajukan izin tak bekerja selama 2 minggu.
JawaPos.com - Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mulai melakukan mogok bekerja, Senin (15/10). Akibatnya proses belajar mengajar para murid pun terganggu, dan bahkan ada yang terpaksa melakukan penggabungan kelas.
Kepala sekolah SD Negeri Semanu, Kecamatan Semanu, Kusti Dwi Martini mengatakan, ada 9 GTT dan PTT yang tak bekerja Senin (15/10) ini. "Jelas sangat berdampak, 5 diantaranya itu GTT. Kelas 2 yang biasanya dipisah jadi 2 kelas, jadi digabung," katanya, Senin (15/10).
Dikatakan Kusti, pihaknya telah menggunakan jasa GTT dan PTT sejak 2004 silam. Untuk memaksimalkan proses belajar mengajar di sekolah yang saat ini mempunyai 267 siswa.
Penggunaan jasa mereka ini karena sekolahnya mengalami kekurangan guru yang berstatus PNS. Ketika memang 2 tahun ke depan tidak ada PNS yang masuk, maka sekolah kehilangan 3 guru karena sudah memasuki pensiun.
Ia juga tak akan mempermasalahkan aksi dari GTT dan PTT ini tak masuk kerja. Karena mereka sebelumnya telah mengajukan izin, serta untuk memperjuangkan nasibnya.
Sebab masalah kesejahteraan, mereka hanya mendapatkan upah sekitar Rp 400 ribu per bulan. Tetap saya izinkan dan mereka (GTT) tidak akan mendapat sanksi. Karena itu bentuk dari usaha mereka. Semoga ada jalan keluarnya," ucapnya.
Sementara itu, GTT SD Jeragung, Kecamatan Semanu, Wahyu Arianto menambahkan, selama izin tak mengajar dirinya melakoni profesinya yang lain, yaitu berjualan makanan di angkringan. "Saya jualannya di Semanu, memakai angkringan. Sudah saya jalani sejak setahun lalu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.
Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Kabupaten Gunungkidul, Aris Wijayanto mengatakan, pengajuan izin oleh 2.000 GTT dan PTT untuk tak bekerja itu tertanggal pada 15-31 Oktober 2018. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap peraturan menteri nomor 36 tahun 2018, mengenai rekruitmen CPNS jalur umum.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan, aksi ini diyakini tak akan berlangsung lama. "Mungkin banyak yang tidak tega kalau anak didiknya terlantar," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022