Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Oktober 2018 | 16.21 WIB

Krisis Gunungkidul, Puluhan Ribu Rumah Tak Layak Huni Masih Ditempati

BANTUAN: Rumah milik Bustari yang diperbaiki pada Minggu (21/10). - Image

BANTUAN: Rumah milik Bustari yang diperbaiki pada Minggu (21/10).

JawaPos.com – Setidaknya 20 ribu rumah tak layak huni di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta masih ditempati hingga 2018. Selain bantuan dari pemerintah, dibutuhkan pula suntikan atau swadaya dari masyarakat umum untuk menuntaskannya.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR) Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, rumah tak layak huni atau RTLH di wilayahnya ada sekitar 25 ribu. Namun sejauh ini sudah ada 6 ribu yang telah diperbaiki.


"Tahun ini ada 650 yang diperbaiki. Setiap tahun ada program perbaikan 500 sampai 600 unit RTLH," katanya, Minggu (21/10).


Perbaikan RTLH di wilayahnya menggunakan dana pusat yang bisa mencakup 500 unit rumah. Kemudian 150 unit memakai dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).


Untuk rumah yang masuk dalam kriteria RTLH, lanjutnya, dinding tembok masih memakai anyaman bambu. Kemudian lantai masih tanah, dan dilihat pula dari kondisi atapnya.


Mereka yang mendapat sasaran perbaikan dari pemerintah disuntik dana sebesar Rp 10 juta. Ketika masih kurang, maka diperlukan juga tambahan dari swadaya. "Penerima bantuan juga wajib untuk menyelesaikan perbaikan rumahnya," ucapnya.


Salah satu rumah yang belum menerima bantuan, Bustari, 70, warga Dusun Gunungkrambil, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, mengatakan, sudah puluhan tahun ia tinggal bersama keluarganya dengan kondisi rumah seadanya.


Berukuran 6x9meter dengan kondisi dinding anyaman bambu yang sudah termakan rayap. Atap rumah dari batangan bambu juga sebagian sudah rusak. "Ya tidak apa-apa, belum punya biaya untuk memperbaikinya," kata bapak 3 anak ini.


Dukuh Gunungkrambil, Desa Sidorejo, Fitri Cahyanto menambahkan, di wilayahnya setidaknya ada 33 rumah yang masuk dalam RTLH. "Terus kami upayakan untuk mencari solusi, supaya mendapatkan bantuan bedah rumah," katanya.


Terpisah, Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, memperingati Hari Sumpah Pemuda 2018 ini, pihaknya melakukan gotong royong bedah rumah.


"Kami bantu warga yang masih tinggal di rumah tak layak huni, salah satunya milik Bustari ini. Kebetulan belum tersasar bantuan dari pemerintah, kami upayakan rumahnya bisa lebih baik," pungkasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore