
ILUSTRASI: Panitia Khusus (Pansus) pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Provinsi Jawa Tengah menghapus Proyek Strategis Nasional (PSN) jalan tol Bawen-Jogjakarta.
JawaPos.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghormati putusan Pansus Raperda RTRW DPRD Jateng yang menolak proyek tol Bawen-Jogjakarta. Dalam hal ini, ia meminta untuk diadakan riset ulang.
Ganjar meminta agar dalam riset ulang lahan yang bakal dibangun ruas tol Bawen-Jogjakarta oleh Pansus ini, turut dilibatkan ahli terkait. "Satu tolong dicek kondisi geologisnya, karena kan alasannya gempa. Kedua kalau alasan lahan subur tolong dicek lahan subur," katanya, Selasa (16/10).
Ketiga, adalah bagaimana menghubungkan persoalan ini dengan proyek strategis nasional (PSN). Jika memang tol Bawen-Jogjakarta memang dirasa tidak harus ada.
Sebelumnya, pada Senin (15/10) Pansus Rancangan Peraturan Daerah Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah DPRD Jawa Tengah menolak proyek Tol Bawen-Jogjakarta. Alasannya, tidak sesuai dengan RTRW Provinsi Jawa Tengah. Serta pertimbangan calon lahan masuk kategori rawan bencana dan memiliki potensi pertanian.
Pembangunan tol Bawen-Jogjakarta sepanjang 75 kilometer ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Tol ini masuk dalam rangkaian Trans Jawa dimana rencananya melintasi Ambarawa, Pringsurat, Mungkid, Magelang serta Sleman.
"Maka tim kami dari pemerintah saya minta untuk sinkronisasi dan harmonisasi dengan pusat," kata Ganjar lagi.
Kendati demikian, Ganjar pribadi mengaku tak keberatan manakala nantinya ada berbagai pertimbangan serta alternatif lain dari proyek tol Bawen-Jogjakarta ini. Dalam hal ini, yang sudah digaungkan adalah pengoptimalan transportasi masal.
Pansus Raperda RTRW DPRD Jateng, kemarin juga menilai bahwa proyek tol Bawen-Jogjakarta memakan biaya sangat besar. Mencapai Rp 12,13 triliun dengan rincian per kilometer menelan biaya Rp 150 miliar. Sehingga, realisasi reaktivasi rel kereta jalur tengah mereka usulkan lantaran hanya menelan biaya Rp 2 miliar per kilometer.
"Umpama diusulkan dengan kereta, ok. Keretanya didorong tidak nanti. Alternatif ada tidak. Kalau mereka ada alternatifnya maka kita sampaikan. Atau apakah ada cara atau lokasi lain yang kita pakai kalau jalan itu tetap harus ada. Umpama titiknya lokasinya yang beda," katanya.
Menyikapi hasil Pansus tersebut, sebagai langkah terdekatnya, Ganjar bakal menyampaikan pada Musrenbang antarprovinsi di Jogjakarta, Rabu (17/10) esok. Namun yang dititikberatkan oleh Ganjar adalah pelibatan ilmuwan terkait kekhawatiran dari Pansus tersebut.
"Sebenarnya sesuai dengan berbagai pertimbangan kalaulah nanti dari pansus sudah memanggil ahli geologi, ahli pangan sudah manggil ahli teknologi semuanya sudah dan itu tidak direkomendasikan ya kita akan bicarakan," cetusnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022