
ILUSTRASI: Panitia Khusus (Pansus) pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Provinsi Jawa Tengah menghapus Proyek Strategis Nasional (PSN) jalan tol Bawen-Jogjakarta.
JawaPos.com - Panitia Khusus (Pansus) pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Provinsi Jawa Tengah menghapus Proyek Strategis Nasional (PSN) jalan tol Bawen-Jogjakarta. Alasannya, untuk menyelamatkan lahan basah atau lahan pertanian di sana.
Ketua Pansus Raperda Revisi RTRW DPRD Jateng, Abdul Azis menilai pembangunan tol Bawen-Jogjakarta sepanjang 70 kilometer bakal berdampak ke lahan pertanian seluas 350 hektare. Sehingga, ia meminta pemerintah fokus saja ke pengoptimalan transportasi massal.
"Keuntungannya, efisiensi anggaran, dapat mengindari pembangunan di tanah rawan gempa, menyelamatkan 350 hektare lahan basah atau lahan produktif. Dan pencegahan eksploitasi material jutaan kubik," katanya usai Sidang Paripurna di Kantor DPRD Jateng, Semarang, Senin, (15/10).
Alasan lain, Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu beranggapan, permasalahan transportasi Semarang Jogja sebenarnya sudah bisa diatasi dengan adanya rute melalui jalur bus Semarang-Solo-Jogjakarta.
"Kalau naik bus malam hari cukup lewat Solo terus ke Jogja itu jaraknya tak seberapa, justru kami komitmen ke depan pemerintah untuk semakin serius dengan pengembangan sistem transportasi berbasis massal, kereta api," ungkapnya.
Mengenai pengoptimalan transportasi massal kereta api itu, pihaknya mengklaim terus mendorong pemerintah. Dalam hal penyelesaian reaktivasi rel kereta api Semarang-Jogjakarta. Pasalnya, belum ada kejalasan untuk soal itu.
"Komitmen pemerintah harus lebih serius membangun sistem transportasi berbasis massal. Kita hanya memberi satu-satunya opsi, selain pengembangan jalan nasional, ya reaktivasi rel kereta api (Semarang-Jogjakarta)," sambungnya.
Aziz mengungkap, bahwa nilai investasi pengoptimalan transportasi massal lebih murah ketimbang pembangunan tol. Ia mengkalkulasi, reaktivasi rel kereta api butuh Rp 25 miliar sampai Rp 30 miliar per kilometer. Sedangkan jalan tol Rp 150 miiliar per kilometernya.
"Atau butuh Rp 10 triliun anggarannya (pembangunan tol), kereta api Rp 2 triliun. Kita bisa menyimpan Rp 8 triliun, bisa untuk membangun rel kereta api dari Semarang, ke arah Kudus dan Rembang," jelasnya sembari menyebut
Ia menambahkan, selain nilai investasi yang lebih murah, Aziz mengungkap bahwasanya transportasi massal ini bisa dinikmati oleh siapapun. Bukan dari kalangan pemilik kendaraan roda empat saja.
"Ada beberapa pertimbangan yang obyektif yang kami pertimbangkan, tol ini posisinya equivalent dengan tol Semarang Solo dan sedang Go In Project Solo-Jogja tidak jauh-jauh amat jaraknya, kalau malam hari bisa lewat solo," tandasnya.
Meski begitu, Aziz menyadari tahap penetapan lokasi (Penlok) tol Bawen-Jogjakarta saat ini tengah berproses. Oleh karenanya, pihaknya berencana menunggu evaluasi dari Pemerintah Pusat. Namun ia memastikan, apabila proyek ini tetap dibangun nantinya bakal melanggar Perda RTRW yang ada.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
