
ILUSTRASI: Jajaran Polda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) resmi menetapkan dua orang pelaku sebagai tersangka terkait kasus tewasnya suporter sepak bola pada derby Jogja.
JawaPos.com - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengapresiasi langkah Polda DIJ mengenai pelarangan penonton saat laga PSS Sleman melawan PSIM Jogjakarta. Setidaknya hal tersebut memastikan proses belajar mengajar di wilayahnya tak terganggu.
Kabid Pendidikan Menengah dan Tinggi Disdikpora DIJ Triyana Purnamawati mengatakan, digelarnya pertandingan tanpa penonton tak jadi masalah bagi instansinya. "Kami nggak masalah, pertandingan itu jalan dan aman suasananya," katanya, di sela menghadiri pertemuan antar kelompok suporter di Polda DIJ, Senin (8/10).
Dikatakannya, pada laga PSIM melawan PSS yang digelar beberapa bulan lalu di Stadion Sultan Agung Bantul lalu berdampak pada proses belajar mengajar di sekolah. Terutamanya Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
Tercatat setidaknya 1.000 pelajar yang membolos pada laga tersebut. Mereka bolos sejak pagi, karena sekolah selama proses belajar mengajar dikunci pagarnya. "Ada undangan yang diterima anak-anak, untuk datang ke pertandingan. Kemarin itu pelajar yang bolos banyak dari wilayah Kota Jogjakarta. Ada seribuan," katanya.
Sementara itu, Manajer PSS Sismantoro mengatakan, apa yang diputuskan oleh Polda DIJ harus diikuti. "Karena demi kepentingan Jogja. Itu saja. Supaya aman, kondusif, apalagi ini kan sedang tahun politik," ucapnya.
Ketua Umum PSIM, Agung Damar Kusumandaru menambahkan, ini merupakan keputusan yang terbaik. "Ini ranahnya PSS (karena bermain di kandang PSS). Kami tidak akan mengintervensi sampai jauh," katanya.
Seandainya laga tanpa penonton ini bisa dijalankan dengan baik, maka pastinya menjadi edukasi kepada para suporter. Terutamanya mereka di kalangan bawah.
"Pertandingan penonton dimaknai dengan format perdamaian. Sedikit edukasi kalau seperti ini, imbas berbuat buruk pasti ada pertangungjawaban. Sehingga jangan sampai perilaku (cara mendukung) bisa mempengaruhi prestasi tim," ucapnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
