Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Oktober 2018 | 01.25 WIB

Derby Jogja Minus Penonton, Tak Ada Lagi Seribu Pelajar Bolos Sekolah

ILUSTRASI: Jajaran Polda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) resmi menetapkan dua orang pelaku sebagai tersangka terkait kasus tewasnya suporter sepak bola pada derby Jogja. - Image

ILUSTRASI: Jajaran Polda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) resmi menetapkan dua orang pelaku sebagai tersangka terkait kasus tewasnya suporter sepak bola pada derby Jogja.

JawaPos.com - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengapresiasi langkah Polda DIJ mengenai pelarangan penonton saat laga PSS Sleman melawan PSIM Jogjakarta. Setidaknya hal tersebut memastikan proses belajar mengajar di wilayahnya tak terganggu.


Kabid Pendidikan Menengah dan Tinggi Disdikpora DIJ Triyana Purnamawati mengatakan, digelarnya pertandingan tanpa penonton tak jadi masalah bagi instansinya. "Kami nggak masalah, pertandingan itu jalan dan aman suasananya," katanya, di sela menghadiri pertemuan antar kelompok suporter di Polda DIJ, Senin (8/10).


Dikatakannya, pada laga PSIM melawan PSS yang digelar beberapa bulan lalu di Stadion Sultan Agung Bantul lalu berdampak pada proses belajar mengajar di sekolah. Terutamanya Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.


Tercatat setidaknya 1.000 pelajar yang membolos pada laga tersebut. Mereka bolos sejak pagi, karena sekolah selama proses belajar mengajar dikunci pagarnya. "Ada undangan yang diterima anak-anak, untuk datang ke pertandingan. Kemarin itu pelajar yang bolos banyak dari wilayah Kota Jogjakarta. Ada seribuan," katanya.


Sementara itu, Manajer PSS Sismantoro mengatakan, apa yang diputuskan oleh Polda DIJ harus diikuti. "Karena demi kepentingan Jogja. Itu saja. Supaya aman, kondusif, apalagi ini kan sedang tahun politik," ucapnya.


Ketua Umum PSIM, Agung Damar Kusumandaru menambahkan, ini merupakan keputusan yang terbaik. "Ini ranahnya PSS (karena bermain di kandang PSS). Kami tidak akan mengintervensi sampai jauh," katanya.


Seandainya laga tanpa penonton ini bisa dijalankan dengan baik, maka pastinya menjadi edukasi kepada para suporter. Terutamanya mereka di kalangan bawah.


"Pertandingan penonton dimaknai dengan format perdamaian. Sedikit edukasi kalau seperti ini, imbas berbuat buruk pasti ada pertangungjawaban. Sehingga jangan sampai perilaku (cara mendukung) bisa mempengaruhi prestasi tim," ucapnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore