JawaPos Radar

Derby Jogja Minus Penonton, Tak Ada Lagi Seribu Pelajar Bolos Sekolah

08/10/2018, 18:25 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Suporter Sepak Bola
ILUSTRASI: Jajaran Polda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) resmi menetapkan dua orang pelaku sebagai tersangka terkait kasus tewasnya suporter sepak bola pada derby Jogja. (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengapresiasi langkah Polda DIJ mengenai pelarangan penonton saat laga PSS Sleman melawan PSIM Jogjakarta. Setidaknya hal tersebut memastikan proses belajar mengajar di wilayahnya tak terganggu.

Kabid Pendidikan Menengah dan Tinggi Disdikpora DIJ Triyana Purnamawati mengatakan, digelarnya pertandingan tanpa penonton tak jadi masalah bagi instansinya. "Kami nggak masalah, pertandingan itu jalan dan aman suasananya," katanya, di sela menghadiri pertemuan antar kelompok suporter di Polda DIJ, Senin (8/10).

Dikatakannya, pada laga PSIM melawan PSS yang digelar beberapa bulan lalu di Stadion Sultan Agung Bantul lalu berdampak pada proses belajar mengajar di sekolah. Terutamanya Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Suporter Sepak Bola
SUPORTER: Pertemuan kelompok suporter PSS Sleman dan PSIM Jogjakarta di Polda DIJ, Senin (8/10). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

Tercatat setidaknya 1.000 pelajar yang membolos pada laga tersebut. Mereka bolos sejak pagi, karena sekolah selama proses belajar mengajar dikunci pagarnya. "Ada undangan yang diterima anak-anak, untuk datang ke pertandingan. Kemarin itu pelajar yang bolos banyak dari wilayah Kota Jogjakarta. Ada seribuan," katanya.

Sementara itu, Manajer PSS Sismantoro mengatakan, apa yang diputuskan oleh Polda DIJ harus diikuti. "Karena demi kepentingan Jogja. Itu saja. Supaya aman, kondusif, apalagi ini kan sedang tahun politik," ucapnya.

Ketua Umum PSIM, Agung Damar Kusumandaru menambahkan, ini merupakan keputusan yang terbaik. "Ini ranahnya PSS (karena bermain di kandang PSS). Kami tidak akan mengintervensi sampai jauh," katanya.

Seandainya laga tanpa penonton ini bisa dijalankan dengan baik, maka pastinya menjadi edukasi kepada para suporter. Terutamanya mereka di kalangan bawah.

"Pertandingan penonton dimaknai dengan format perdamaian. Sedikit edukasi kalau seperti ini, imbas berbuat buruk pasti ada pertangungjawaban. Sehingga jangan sampai perilaku (cara mendukung) bisa mempengaruhi prestasi tim," ucapnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up