JawaPos Radar

Tiga Spesialis Perampok Alat Berat Ditangkap, Satu Dilumpuhkan

06/09/2018, 20:23 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Perampok Spesialis Alat Berat
DIAMANKAN: Tiga pelaku rampok alat berat berhasil diamankan oleh Ditreskrimum Polda Riau, pada Kamis (6/9) dini hari. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Sebanyak tiga orang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) spesialis alat berat diamankan oleh Polda Riau. Mereka ditangkap di lokasi terpisah pada Kamis (6/9). Lantaran melawan, salah satu dari mereka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau, Kombes Hadi Poerwanto mengatakan, ketiga pelaku adalah Suri Man Indra alias Fajar, 33, Misran Makmun, 18, dan Suryadi Saputra, 20.

"Mereka ditangkap di dua lokasi yang berbeda. Fajar ditangkap di rumahnya di Gunung Sahilan Kampar. Sedangkan Misran dan Suryadi, ditangkap di Langgam, Pelalawan. Mereka semua kita tangkap Kamis dini hari," kata Hadi, Kamis (6/9) petang.

Ekskavator
ILUSTRASI: Sebenarnya, ekskavator tersebut dijaga oleh dua orang penjaga. Namun, penjaga tak bisa berbuat apa-apa, karena para pelaku lebih dulu menodongkan senjatanya. (Sri Utama/Radar Kediri/JawaPos Group)

Tindak kejahatan tersebut, dilakukan oleh para pelaku pada 27 Juli lalu. Perbuatan itu dilakukan pada malam hari, sekitar pukul 22.00 WIB. Lokasinya di KKPA PT IIS Afdeling IV, Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi.

Saat itu, tiga pelaku mendatangi sebuah ekskavator yang sedang terparkir. Sebenarnya, ekskavator tersebut dijaga oleh dua orang penjaga. Namun, penjaga tak bisa berbuat apa-apa, karena para pelaku lebih dulu menodongkan senjatanya.

"Saat korban sedang duduk-duduk di pondok di kebun itu, pelaku mendatanginya. Korban langsung disergap dan ditodong dengan senjata api. Korban pun diikat. Korban juga dipukul di tubuh bagian kepalanya," ujar Hadi.

Setelah korban diikat, barulah pelaku beraksi. Peralatan komputer yang ada di ekskavator itu, diambil oleh pelaku. "Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami kerugian lebih kurang Rp 90 juta," ujarnya. Kejadian itu dilaporkan oleh korban Muhammad Iqbal.

Dari laporan itu, petugas melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap tiga pelaku. Penangkapan pertama dilakukan petugas terhadap Fajar. Posisi dirinya diketahui petugas pada Rabu (5/9). Saat itu ia berada di Gunung Sahilan, Kampar. Kemudian Ditreskrimum Polda Riau dan Polsek Singingi Hilir langsung menangkapnya sekitar pukul 00.30 WIB.

Dari pengakuan Fajar, aksi perampokan itu tak hanya dilakukannya seorang diri. Ia bersama dengan dua pelaku lainnya, yaitu Misran dan Suryadi. Namun saat petugas meminta Fajar menunjukkan keberadaan kedua rekannya, ia malah melakukan perlawanan. Ia mencoba merebut senjata dari petugas. Maka dari itu yang bersangkutan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di betis kanannya.

Setelah itu, barulah ia mau memberitahu petugas dimana keberadaan kedua rekannya tersebut. Mereka pun berhasil diamankan di sebuah rumah Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, pada pukul 02.30 WIB.

"Pelaku yang ditembak, sudah dilakukan pengobatan. Kita para pelaku dan barang bukti, diamankan di Polda Riau," ujar Hadi.

Adapun barang bukti yang diamankan antara lain, satu pucuk senapan angin, sejumlah handphone, satu sepeda motor Honda Revo, obeng, tang, dan kunci-kunci. "Alat itulah yang digunakan oleh pelaku untuk mengambil komputer alat berat tersebut," ujarnya.

Hadi juga menjelaskan, para pelaku ini bukanlah pemula. Melainkan sudah menjadi spesialis pencuri komputer alat berat. Kata Hadi, para pelaku pernah menjalani kejahatan yang sama, di enam tempat kejadian perkara (TKP).

"Di enam TKP berbeda, diduga mereka juga pelakunya. Namun kita masih kembangkan. Sebab, modus operandi sama," ujar dia.

Tersangka Fajar kata Hadi, juga merupakan mantan narapidana, atau residivis. Dia pernah melakukan kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). "Fajar ini kita duga menjadi otak perbuatan tersebut," katanya.

Hadi juga menjelaskan, komputer alat berat yang seharga Rp 90 juta itu, ternyata hanya dijual oleh pelaku seharga Rp 5 juta. Benda tersebut, dijual kepada seorang penadah. "Sekarang, kita sedang memburu penadahnya," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up