Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Juni 2025 | 03.47 WIB

Jemaah Haji Gelombang Pertama Pulang, Gelombang Kedua Bersiap Menuju Madinah

Jemaah haji asal embarkasi JKS 1 turun dari bus menuju ruang tunggu Bandara Jeddah. Mereka akan kembali ke Indonesia. (MCH 2025) - Image

Jemaah haji asal embarkasi JKS 1 turun dari bus menuju ruang tunggu Bandara Jeddah. Mereka akan kembali ke Indonesia. (MCH 2025)

JawaPos.com – Fase pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 2025 resmi dimulai. Rabu (11/6), sebanyak tujuh kelompok terbang (kloter) dari berbagai embarkasi di Indonesia diterbangkan kembali ke Tanah Air, melalui dua pintu utama: Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) di Madinah dan Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah.

Sebagai kloter pembuka, jemaah dari UPG 01 (Makassar) menjadi rombongan pertama yang meninggalkan Tanah Suci. Mereka diterbangkan dari Bandara Madinah pada pukul 03.30 WAS. Total, ada 2.764 jemaah dan petugas yang dijadwalkan pulang ke Indonesia pada hari pertama ini.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah dan petugas dalam kloter ini telah sampai di bandara dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Wakil Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdillah.

Kloter-kloter lain yang juga diberangkatkan antara lain UPG 02 (Makassar), LOP 01 (Lombok), dan JKG 01 (Jakarta Pondok Gede) juga dari Bandara Madinah. Sementara dari Bandara Jeddah diberangkatkan kloter SUB 01 dan SUB 02 (Surabaya), serta JKS 01 (Jakarta Bekasi). Seluruh rangkaian penerbangan berlangsung hingga malam hari waktu Arab Saudi.

Kepala BP Haji, Mochamad Irfan Yusuf, yang turut mendampingi jemaah di bandara, menyampaikan apresiasi atas ketertiban dan kekhusyukan jemaah dalam menjalani rangkaian ibadah haji. Menurutnya, seluruh proses dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga lontar jumrah di Mina telah berlangsung lancar meski sempat diwarnai sejumlah dinamika.

“Semua tahapan bisa dilaksanakan meskipun ada kendala di lapangan. Itu menjadi catatan kita untuk perbaikan musim haji tahun depan,” kata Irfan.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyampaikan evaluasi teknis kepada Deputi Menteri Haji Arab Saudi sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan. Lebih dari itu, Irfan berharap jemaah yang kembali ke Tanah Air tidak hanya menyandang predikat haji mabrur, tetapi juga membawa perubahan positif secara sosial dan spiritual.

“Haji mabrur bukan hanya catatan, tapi terlihat dari perilaku setelah kembali. Biasanya jadi lebih religius, lebih saleh, dan lebih peduli sosial,” ujarnya. “Ada tiga sukses dalam penyelenggaraan haji: sukses ritual, sukses ekonomi, dan sukses peradaban,” tegasnya.

Dilarang Bawa Zam-Zam di Kabin Pesawat

Sementara itu, Kepala Daker Bandara Abdul Basir mengingatkan jemaah dan petugas agar memperhatikan aturan ketat selama proses kepulangan. Salah satunya adalah larangan membawa air zamzam ke dalam kabin pesawat. Air zamzam akan dibagikan kepada jemaah setibanya di embarkasi Indonesia, dalam bentuk satu galon berisi lima liter per orang.

“Jemaah tidak perlu membawa air zamzam dari Saudi. Itu melanggar aturan penerbangan dan dapat menghambat proses pemeriksaan,” tegas Abdillah.

Selain itu, jemaah hanya diperbolehkan membawa dua jenis tas ke kabin pesawat, yakni tas kabin maksimal 7 kilogram dan tas paspor. Koper besar telah dikirimkan satu hari sebelum keberangkatan. Tidak ada penimbangan ulang untuk tas kabin, namun petugas akan tetap memeriksa kerapian dan kesesuaian.

Abdul Basir menjelaskan bahwa proses kepulangan dilakukan tanpa skema fast track seperti saat kedatangan. Semua jemaah akan melewati paviliun bandara, menerima dokumen perjalanan, menjalani pemeriksaan barang, dan menuju gate keberangkatan untuk melewati proses imigrasi serta keamanan.

“Sesuai ketentuan pemerintah Saudi, jemaah hanya bisa masuk paviliun enam jam sebelum waktu terbang. Kalau datang lebih awal, harus menunggu di dalam bus,” jelasnya.

Pemulangan jemaah dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung dari 11 hingga 25 Juni 2025. Terdiri dari 258 kloter yang pulang melalui Bandara Jeddah dan delapan kloter melalui Bandara Madinah. Sedangkan gelombang kedua berlangsung 26 Juni–12 Juli 2025, dengan seluruh 259 kloter diberangkatkan dari Madinah.

Madinah Siap Menyambut Jemaah Gelombang Dua

Di sisi lain, persiapan menyambut gelombang kedua jemaah haji Indonesia yang akan masuk ke Madinah pasca-Armuzna juga terus dimatangkan. Lebih dari 100 ribu jemaah akan dipindahkan dari Makkah ke Madinah, untuk menjalani masa tinggal 8–9 hari sebelum pulang ke Indonesia.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore