Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Agustus 2025 | 04.56 WIB

Apple Terpukul Tarif Trump: CEO Tim Cook Pastikan Biaya Produksi Bakalan Membengkak

CEO Apple, Tim Cook. (Reuters/Manuel Orbegozo). - Image

CEO Apple, Tim Cook. (Reuters/Manuel Orbegozo).

JawaPos.com - Apple dipastikan kembali harus merogoh kocek dalam-dalam akibat kebijakan tarif dagang era Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. 

Dalam laporan keuangan kuartal terbaru, CEO Apple Tim Cook mengungkapkan bahwa perusahaan bisa menghabiskan tambahan biaya hingga USD 1,1 miliar hanya untuk membayar tarif impor selama kuartal September.

Dalam kuartal sebelumnya, periode April hingga Juni, Apple telah membayar sekitar USD 800 juta, angka yang sedikit lebih rendah dari prediksi sebelumnya yang mencapai USD 900 juta. 

“Sebagian besar tarif yang kami bayarkan berasal dari IEEPA, yakni tarif berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional, yang berlaku sejak awal tahun dan berkaitan dengan Tiongkok,” jelas Cook dalam pernyataannya.

Tarif dagang ini menghantam hampir semua lini produk Apple, dari iPhone, Mac, hingga Apple Watch. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sebagian besar perangkat Apple dirakit di luar Amerika Serikat, khususnya di Tiongkok, India, dan Vietnam. 

Meski demikian, Cook menekankan bahwa “mayoritas iPhone yang dijual di AS saat ini diproduksi di India,” sedangkan perangkat lain seperti Mac, iPad, dan Apple Watch sebagian besar berasal dari Vietnam.

Namun kebijakan dagang Trump tak berhenti sampai di situ. Trump bahkan sempat mengancam akan memberlakukan tarif yang lebih tinggi lagi jika Apple tidak memindahkan sebagian besar produksi kembali ke tanah AS. 

Isu ini sempat menimbulkan ketegangan antara pemerintah dan korporasi teknologi terbesar di dunia itu.

Tarif dagang Trump adalah bagian dari pendekatan proteksionis terhadap Tiongkok, yang bertujuan untuk menekan ketergantungan manufaktur AS pada negara tersebut. 

Namun, langkah ini juga menimbulkan efek samping: perusahaan-perusahaan besar seperti Apple kini harus menanggung beban biaya tambahan yang tidak kecil, dan secara tidak langsung berpotensi mempengaruhi harga konsumen di masa depan.

Meski dihantam biaya miliaran dolar, Apple tetap menunjukkan ketahanan. Pendapatan kuartalan perusahaan melonjak 10 persen menjadi USD 94 miliar antara April hingga Juni. 

Penjualan iPhone dan Mac tetap kuat, menunjukkan loyalitas konsumen yang tetap tinggi meskipun tantangan geopolitik dan ekonomi terus menghantam rantai pasok global.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore