
CEO Apple, Tim Cook. (Reuters/Manuel Orbegozo).
JawaPos.com - Apple dipastikan kembali harus merogoh kocek dalam-dalam akibat kebijakan tarif dagang era Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dalam laporan keuangan kuartal terbaru, CEO Apple Tim Cook mengungkapkan bahwa perusahaan bisa menghabiskan tambahan biaya hingga USD 1,1 miliar hanya untuk membayar tarif impor selama kuartal September.
Dalam kuartal sebelumnya, periode April hingga Juni, Apple telah membayar sekitar USD 800 juta, angka yang sedikit lebih rendah dari prediksi sebelumnya yang mencapai USD 900 juta.
“Sebagian besar tarif yang kami bayarkan berasal dari IEEPA, yakni tarif berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional, yang berlaku sejak awal tahun dan berkaitan dengan Tiongkok,” jelas Cook dalam pernyataannya.
Tarif dagang ini menghantam hampir semua lini produk Apple, dari iPhone, Mac, hingga Apple Watch. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sebagian besar perangkat Apple dirakit di luar Amerika Serikat, khususnya di Tiongkok, India, dan Vietnam.
Meski demikian, Cook menekankan bahwa “mayoritas iPhone yang dijual di AS saat ini diproduksi di India,” sedangkan perangkat lain seperti Mac, iPad, dan Apple Watch sebagian besar berasal dari Vietnam.
Namun kebijakan dagang Trump tak berhenti sampai di situ. Trump bahkan sempat mengancam akan memberlakukan tarif yang lebih tinggi lagi jika Apple tidak memindahkan sebagian besar produksi kembali ke tanah AS.
Isu ini sempat menimbulkan ketegangan antara pemerintah dan korporasi teknologi terbesar di dunia itu.
Tarif dagang Trump adalah bagian dari pendekatan proteksionis terhadap Tiongkok, yang bertujuan untuk menekan ketergantungan manufaktur AS pada negara tersebut.
Namun, langkah ini juga menimbulkan efek samping: perusahaan-perusahaan besar seperti Apple kini harus menanggung beban biaya tambahan yang tidak kecil, dan secara tidak langsung berpotensi mempengaruhi harga konsumen di masa depan.
Meski dihantam biaya miliaran dolar, Apple tetap menunjukkan ketahanan. Pendapatan kuartalan perusahaan melonjak 10 persen menjadi USD 94 miliar antara April hingga Juni.
Penjualan iPhone dan Mac tetap kuat, menunjukkan loyalitas konsumen yang tetap tinggi meskipun tantangan geopolitik dan ekonomi terus menghantam rantai pasok global.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
