
CEO Apple Inc. Tim Cook menghadiri acara karpet merah di Hollywood pada September (Fortune)
JawaPos.com - Selama hampir satu setengah dekade memimpin Apple Inc., Tim Cook membawa perusahaan ke level valuasi tertinggi dalam sejarah industri teknologi, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu merek paling dominan dan tepercaya di dunia. Di bawah kepemimpinannya, Apple tidak hanya memperbesar skala bisnis, tetapi juga mengunci ekosistem pengguna melalui ekspansi layanan digital.
Meski demikian, keberhasilan tersebut tidak sepenuhnya meredam kritik terhadap arah inovasi perusahaan. Dibandingkan era Steve Jobs yang identik dengan terobosan produk, kepemimpinan Cook lebih dipandang sebagai fase optimalisasi, dengan fokus pada efisiensi operasional dan penguatan lini bisnis yang sudah matang.
Dilansir dari Fortune, Rabu (29/4/2026), keberhasilan Tim Cook diakui luas, namun tetap menyisakan ruang evaluasi strategis. Laporan tersebut mencatat, "Selama 15 tahun sebagai kepala Apple, Cook meningkatkan kapitalisasi pasar perusahaan dari USD 350 miliar menjadi USD 4 triliun (sekitar Rp 60.375 triliun dengan kurs Rp 17.250 per dolar AS) dan memperkuat statusnya sebagai salah satu merek paling dominan dan tepercaya di dunia."
Baca Juga:15 Tahun Setelah Steve Jobs: Tim Cook Tinggalkan Apple Inc. sebagai Raksasa Ekosistem Digital Global
Namun pada saat yang sama, capaian itu tidak sepenuhnya menutup pertanyaan mengenai arah inovasi perusahaan, sebagaimana ditegaskan, "Sulit melihat era Cook tanpa bertanya apa yang seharusnya bisa terjadi," yang mencerminkan spekulasi tentang peluang strategis yang tidak diambil selama periode tersebut.
Selanjutnya, ekspansi bisnis layanan menjadi salah satu pilar utama di bawah Cook dengan nilai mencapai USD 110 miliar. Akan tetapi, dari sisi produk, inovasi dinilai terbatas. Produk seperti Apple Watch dan AirPods disebut berakar dari inisiatif sebelum masa kepemimpinannya, sementara proyek mobil Apple berujung tanpa hasil dan perangkat Vision dinilai belum memenuhi ekspektasi pasar.
Dalam konteks transformasi teknologi global, posisi Apple juga semakin disorot karena tidak mengambil peran dalam perkembangan kripto dan blockchain. Fortune menuliskan secara tegas, "Adapun kripto dan blockchain Apple tidak berada di mana pun," yang menunjukkan absennya Apple dalam salah satu pergeseran terbesar di sektor teknologi dan keuangan digital.
Sebaliknya, sejumlah pemimpin teknologi lain mengambil langkah berbeda. Mark Zuckerberg mencoba mengembangkan stablecoin melalui Meta, meskipun menghadapi hambatan regulasi. Sementara itu, Elon Musk memasukkan kripto dalam strategi Tesla dan platform X, sedangkan Jack Dorsey melangkah lebih jauh dengan mengubah Square menjadi Block Inc. sebagai penegasan fokus pada blockchain.
Cook sendiri pernah mengungkapkan kepemilikan kripto secara pribadi, tetapi menolak menjadikannya bagian dari neraca perusahaan. Dia beralasan investor tidak membeli saham Apple untuk mendapatkan eksposur terhadap aset digital seperti Bitcoin atau Ethereum, berbeda dengan langkah yang diambil oleh Musk dan Dorsey.
Padahal, menurut Fortune, secara strategis Apple memiliki peluang besar di sektor aset digital. Ekosistem pembayaran seperti Apple Wallet dan Apple Card disebut menempatkan perusahaan pada posisi ideal untuk mengembangkan stablecoin atau dompet kripto non kustodial. Dengan reputasi kuat dalam privasi dan perangkat keras, Apple dinilai berpotensi memperluas pengaruhnya ke ranah tersebut.
Dalam konteks peluang yang belum sepenuhnya dimanfaatkan ini, perhatian kini tertuju pada John Ternus yang disebut sebagai calon penerus. Berbeda dengan Tim Cook, Ternus dikenal sebagai eksekutif yang berfokus pada produk dan tumbuh di era ketika Bitcoin dan blockchain mulai berkembang di Silicon Valley, sehingga dinilai memiliki perspektif berbeda terhadap teknologi ini.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
