
Ilustrasi Apple Watch. (istockphoto)
JawaPos.com – Apple telah setuju untuk membayar penyelesaian senilai USD 20 juta pada pelanggan Appel Watch. Itu setelah perusahaan tersebut menghadapi gugatan terkait masalah baterai yang memengaruhi beberapa model awal Apple Watch.
Gugatan ini menuduh bahwa baterai dalam model tertentu mengalami pembengkakan, yang dapat menyebabkan layar terlepas atau merusak komponen internal perangkat.
Sebagai bagian dari penyelesaian, Apple akan memberikan kompensasi kepada pemilik perangkat yang terdampak. Tapi tanpa mengakui kesalahan dalam kasus ini.
Penyelesaian ini berlaku untuk model Apple Watch Seri 0, Seri 1, Seri 2, dan Seri 3 yang diproduksi antara tahun 2015 dan 2017. Pemilik model-model ini yang mengalami masalah baterai dapat mengajukan klaim untuk mendapatkan kompensasi.
Proses klaim mengharuskan pengguna menunjukkan bukti kepemilikan serta dokumentasi yang menunjukkan bahwa perangkat mereka terdampak oleh masalah baterai.
Gugatan ini diajukan oleh pemilik Apple Watch yang merasa dirugikan, terutama mereka yang tidak memiliki jaminan AppleCare aktif dan menghadapi kesulitan dalam memperbaiki atau mengganti perangkat mereka.
Sebelumnya, Apple telah menawarkan layanan penggantian untuk beberapa pengguna yang terkena dampak. Tetapi penyelesaian ini menjadi langkah lebih luas untuk mengatasi keluhan dari komunitas pengguna Apple Watch secara keseluruhan.
Kasus ini mencerminkan tren di mana perusahaan teknologi besar semakin sering menghadapi tuntutan hukum terkait masalah produk mereka.
Dalam industri perangkat wearable, keamanan baterai menjadi perhatian utama karena perangkat ini digunakan dalam kontak langsung dengan tubuh pengguna.
Para pakar teknologi dan hukum menilai bahwa kasus seperti ini dapat mendorong perusahaan untuk meningkatkan pengujian produk. Serta menerapkan standar keamanan yang lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Meskipun penyelesaian ini hanya berlaku bagi pengguna di Amerika Serikat, belum ada kejelasan apakah Apple akan mengambil langkah serupa untuk pengguna di wilayah lain seperti Uni Eropa atau Asia.
Penyelesaian ini juga menunjukkan bagaimana tekanan dari konsumen dan pengawas industri dapat mendorong perusahaan besar untuk lebih bertanggung jawab dalam menangani masalah pada produk mereka.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
