Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 November 2018 | 18.50 WIB

Jogja Semakin Macet, Berikut Titik Rekayasa Lalu Lintas yang Dilakukan

ILUSTRASI: Bertambahnya kendaraan pribadi tanpa diimbangi dengan penambahan ruas jalan membuat kondisi lalu lintas semakin macet. - Image

ILUSTRASI: Bertambahnya kendaraan pribadi tanpa diimbangi dengan penambahan ruas jalan membuat kondisi lalu lintas semakin macet.

JawaPos.com - Upaya mengurai kepadatan kendaraan di wilayah perkotaan terus dilakukan oleh Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Penambahan lebar jalan yang tak memungkinkan pun harus diakali dengan rekayasa lalu lintas.


Kepala Dinas Perhubungan DIJ, Sigit Sapto Raharjo mengatakan, rekayasa lalu lintas ini memang sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir di wilayah perkotaan. Untuk yang terbaru nantinya akan diujicobakan pada November ini.


Yaitu di 2 jalur, dari perempatan Gondomanan menuju ke Utara arah Malioboro. Di jalur atau Jalan Mataram itu diberlakukan satu arah dari selatan ke utara. Untuk jalur kedua yang nantinya diberlakukan satu arah adalah di sebelah barat Malioboro, yaitu dari PKU Muhammadiyah Kota Jogjakarta menuju ke utara. "Ini masuk program penataan Malioboro, nanti akan dicoba November untuk jalur satu arah itu," katanya, Jumat (19/10).


Selain dengan cara rekayasa lalu lintas, untuk mengurai kepadatan kendaraan juga dilakukan penghilangan pembatas jalan. Seperti yang telah dilakukan di sebelah utara Mirota Kampus di Jalan Kaliurang. "Pembatasa jalan seperti Mirota kemarin setelah dihilangkan bisa mengurangi kepadatan," katanya.


Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi terhadap para pengusaha hotel di wilayah perkotaan. Supaya tidak memarkir mobil atau kendaraan tamunya di bahu jalan, sehingga menimbulkan laju lalu lintas tersendat.


"Kalau menerapkan ganjil genap di Jogja belum perlu, memang di kota besar kemungkinan bisa. Karena ekonomi di Jogja menengah ke bawah. Misal sudah punya mobil plat genap ya mosok arep tuku maneh (masak beli lagi yang plat ganjil). Siji we direwangi kredit (satu saja sampai harus kredit)," katanya.
Sebenarnya, kepadatan kendaraan di wilayah Kota Jogjakarta semakin dikeluhkan. Terutama pada jam-jam sibuk atau hari libur.


Anggi Navidha, 30, salah satu warga yang tinggal di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul mengatakan, kepadatan kendaraan mungkin bisa terurai ketika minat warga menggunakan Trans Jogja meningkat. "Trans Jogja sekarang busnya juga baru-baru," ucapnya.


Kendaraan Pribadi


Hal senada juga terjadi di Semarang, Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi tak membantah jika peningkatan jumlah kendaraan pribadi terus terjadi hingga saat ini. Setiap tahunnya, bisa bertambah 10 sampai 15 persen.


"Bertambahnya lima ribu hingga delapan ribu unit per bulan. Terdiri dari roda dua dan roda empat. Totalnya sekarang pada angka 1,6 dan 1,7 juta," terangnya.


Titik-titik padat yang timbul akibat membeludaknya jumlah angkutan pribadi, antara lain di Simpang Gatot Subroto ke arah kawasan industri Candi sampai dengan sampai dengan Simpang Krapyak untuk area Semarang Barat, tepatnya sepanjang Jalan Siliwangi dan Walisongo. Kemudian, di jalur timur ada Jalan Kaligawe.


"Karena di situ juga banyak hambatan-hambatan samping. Ditambah kegiatan perbaikan jalan yang masih berlangsung karena di sana sering rob dan harus diperbaiki secara berkala," lanjutnya.


Dari wilayah selatan, yakni Jalan Perintis Kemerdekaan. Dari Toserba ADA menuju Terminal Banyumanik. Keberadaan Pusat Perbelanjaan Transmart kerap kali membangkitkan arus lalu lintas, utamanya akhir pekan.


Untuk dalam kota, ada kawasan Lapangan Simpang Lima dari arah Jalan Pandanaran. Titik ini merupakan perpotongan arus kendaraan dari Jalan Pahlawan menuju Gajahmada dan Jalan Pandanaran menuju Jalan Ahmad Yani.


"Selanjutnya Taman Diponegoro, khususnya sore hari. Itu sampai saat ini kita juga masih lakukan rekayasa yang sifatnya sementara. Terus Simpang Tiga Kintelan, Kaligarang, RSUP Karyadi. Ini pertemuan arus dari Jalan Veteran masuk ke Petompon sampai mau ke Dr. Soetomo," jelasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore