
GEDUNG PARKIR: Groundbreaking gedung parkir 10 lantai di Jalan Pandanaran, Senin (5/11).
JawaPos.com – Upaya mengatasi kemacetan terus dilakukan oleh pemerintah setempat. Di Kota Semarang, selain rekayasa lalu lintas, penertiban parkir liar juga marak dilakukan.
Salah satu langkah konkrit yang dilakukan pemerintah setempat yakni dengan membangun sebuah gedung parkir 10 lantai. Tidak main-main, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung tersebut cukup fantastis lantaran menelan dana hingga Rp 70 miliar.
Groundbreaking pembangunan gedung parkir di Jalan Pandanaran nomor 79 itu dilangsungkan hari ini, Senin (5/11). Dan proses seremoninya dimpimpin Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. “Tantangannya adalah persoalan kemacetan. Harapan saya kemacetan di daerah sekitar Pandanaran bisa teratasi,” tuturnya.
Kawasan Pandanaran selama ini memang dikenal sebagai salah satu simpul kemacetan di Kota Lunpia. Pada jam-jam sibuk, penumpukan kendaraan hampir bisa setiap hari terjadi di sana. Sehingga membuat berbagai rekayasa lalu lintas kerap diterapkan. Kepadatan itu sendiri muncul salah satunya akibat banyaknya kendaraan parkir di bahu jalan atau tempat yang tak semestinya.
Lebih lanjut, Hendi sapaan karib sang Wali Kota menerangkan, bahwa dari 10 lantai yang terbangun nanti, hanya lima diantaranya yang dijadikan area parkir. Sementara sebagian rencananya dipakai sebagai puskesmas dan kantor Dinkes Kota Semarang.
Politisi PDIP itu mengatakan, gedung ini bakalan dilengkapi dengan jembatan khusus dan dilengkapi dengan lift yang menjadi penghubung antara lokasi parkir dan kawasan ke pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran. Sehingga, pengunjung tak perlu lagi memarkir kendaraan mereka di sekitaran ruas jalan tersebut.
"Pusat oleh-oleh Kota Semarang yang dari tahun ke tahun sedemikian larisnya tapi juga menimbulkan persoalan karena parkirnya susah. Nah, dengan dimulai bangunan ini mudah-mudahan harapan saya, bisa berfungsi mengatasai kemacetan," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Penataan Ruang Kota Semarang M. Irwansyah membeberkan bahwa proyek pembangunan gedung parkir dan dinkes ini memakan dana sebesar Rp 70 miliar. Dan didanai melalui APBD Kota Semarang.
Pada pelaksanaanya, pembangunan gedung dilakukan secara multi years selama 420 hari kalender. Pada tahap pertama atau pembuatan pondasi, basement, hingga struktur lantai 2, membutuhkan anggaran senilai Rp 23 miliar. "Sampai finishing diselesaikan pada 2019 mendatang dengan anggaran Rp 46 miliar," kata Irwansyah.
Tak hanya untuk mengatasi kemacetan, sambung Hendi lagi, gedung ini diharap mampu berdiri menjadi bangunan ikonik di Kota Lunpia. Yang tentunya tetap mengusung konsep go-green atau ramah lingkungan. “Lampunya harus LED dan hijau-hijau ada pohon-pohonnya,” timpal Wali Kota lagi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022