JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kasus Belum Kelar, UGM Tahan Wisuda Terduga Pelaku Pelecehan Seksual

08 November 2018, 19:05:59 WIB
Kasus Perkosaan
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, Erwan Agus Purwanto minta terduga pelaku pelecehan seksual tak diluluskan sebelum masalah selesai. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menjamin mahasiswa terduga pelaku pelecehan seksual tak akan diwisuda pada November 2018 nanti. Meskipun kewajiban akademiknya sudah diselesaikan, hal tersebut tidak berpengaruh.

"Terduga pelaku belum diwisuda selama 6 bulan ke depan atau persoalan ini sampai selesai. Memang untuk akademiknya sudah selesai," kata Iva Ariani, Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Kamis (8/11).

Pihaknya juga belum memberikan surat keterangan bahwa yang bersangkutan sudah lulus untuk digunakan mencari pekerjaan. "Dia bisa mendapatkan bukti lulus kalau sudah diwisuda," katanya.
Mengenai penyintas, lanjutnya, sampai kini juga mendapatkan pendampingan dari tim investigasi independen. Para psikolog dari Fakultas Psikologi UGM.

"Tapi kami juga terbuka, penyintas jika merasa nyaman dengan psikolog lain tidak apa-apa. Kami sudah siapkan dari Fakultas Psikologi," ucapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, Erwan Agus Purwanto mengatakan, selama 2 hari terakhir ini pihaknya terus berkomunikasi secara intens. Bersama dengan pimpinan kampus maupun tim investigasi. "Sore kemarin kami susun draft untuk menentukan langkah selanjutnya," katanya.

Pihaknya juga telah memberikan usulan-usulan, salah satunya yang paling penting adalah menahan pelaku agar tidak diwisuda. Sebelum kasus ini tuntas secara etika peraturan rektor.

"Kami juga sangat memperhatikan agar studi penyintas bisa dilakukan. Pembimbing skripsi penyintas agar mendukung, karena kami paham kondisi psikologis penyintas," ucapnya.

Sebelumnya, mahasiswa teknik UGM, HS diduga melakukan tindak pelecehan seksual terhadap rekannya saat KKN di Seram, Provinsi Maluku pada 2017 silam. Kasus itu kembali mencuat beberapa waktu belakangan.

Korban pun saat ini masih mendapatkan pendampingan psikologi. Dalam waktu dekat selain menempuh jalur hukum agar ada rasa keadilan, pihak kampus juga akan menemui yang bersangkutan.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : (dho/JPC)

Alur Cerita Berita

Viral Video Pembakaran Ijazah, UGM: Kami Prihatin 08 November 2018, 19:05:59 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up