
ILUSTRASI: Rencana aktifasi jalur rel kereta api Semarang-Jogjakarta via Magelang telah memasuki tahapan penyusunan trase.
JawaPos.com - Rencana aktifasi jalur rel kereta api Semarang-Jogjakarta via Magelang telah memasuki tahapan penyusunan trase. Nantinya, jalur tersebut bakal terhubung dengan jalur rel light train atau kereta api ringan sampai Candi Borobudur.
"Nanti akan terkoneksi kereta ringan sampai Borobudur. Kereta Semarang-Jogja tidak masuk, tapi berhenti sebentar. Ada kereta ringan (light train) dari Palbapang kayak LRT (ke Candi Borobudur)," ujar Kepala Bidang Jaringan Transportasi dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Henggar Budi Hanggoro saat dihubungi, Kamis (6/12).
Henggar mengatakan, sejatinya jalur ini memang dibangun salah satunya untuk kepentingan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Candi Borobudur. Di samping menghadirkan moda transportasi pilihan antara Semarang-Jogjakarta dan sebaliknya.
"Light train butuh stasiun. Ada nanti stasiunnya di Borobudur. Penumpang setelah turun di situ kan bisa langsung ke kawasan wisata atau ke mana," lanjut Henggar.
Trase jalur rel KA Semarang-Jogjakarta yang nantinya terkoneksi ke Candi Borobudur, kata Henggar, juga sudah termasuk dalam studi oleh Kemenhub. Sebagaimana ia sebutkan dalam pemberitaan sebelumnya.
Secara prinsip sudah masuk ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten/kota serta provinsi pula. Tinggal menunggu proses formalnya sebelum trasenya ditetapkan Kemenhub nanti.
Jadi, Henggar menegaskan, jalur KA Semarang-Jogjakarta ini bakal memiliki rute Semarang-Kedungjati-Tuntang-Ambarawa-Bedono-Secang-Magelang-Muntilan-Jogjakarta. Dari total sepanjang 121 kilometer, 35 persen diantaranya memakai trase lama yang berhenti di Ambarawa dan sisanya baru.
"Sampai ke Secang ada stasiunnya. Karena di Secang-Wonosobo banyak area industri. Kemudian ada stasiun lagi di Tidar. Belakangnya terminal ada stasiun, terminalnya nanti terpadu," rincinya.
Lanjut ke Palbapang, yakni letak jalur tadi bercabang ke Borobudur, meneruskan sampai Stasiun Muntilan dan Stasiun depo pasir. "Sebenarnya kereta Semarang-Jogja untuk KSPN Borobudur, juga menjadi moda pilihan angkutan penumpang, juga untuk angkutan barang. Atau untuk angkutan pasir. Kalau barang nanti dari Tawang bisa masuk langsung ke Tanjung Mas," cetusnya.
Lebih jauh, Henggar mengatakan, setelah proses penyesuaian trase selesai, bakal dilanjutkan dengan DED, Amdal, LARAP, dan lain sebagainya. Hasil studi trase, katanya, juga akan dikoordinasikan di pemerintah pusat agar ada sinergi dengan trase tol Bawen-Jogjakarta. Sebelum nantinya mulai tahapan konstruksi yang rencananya tahun 2023.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
