Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Desember 2018 | 03.00 WIB

Rel Semarang-Jogja via Magelang Bakal Dihidupkan, Berikut Detailnya

ILUSTRASI: Rencana aktifasi jalur rel kereta api Semarang-Jogjakarta via Magelang telah memasuki tahapan penyusunan trase. - Image

ILUSTRASI: Rencana aktifasi jalur rel kereta api Semarang-Jogjakarta via Magelang telah memasuki tahapan penyusunan trase.

JawaPos.com - Rencana aktifasi jalur rel kereta api Semarang-Jogjakarta via Magelang telah memasuki tahapan penyusunan trase. Nantinya, jalur tersebut bakal terhubung dengan jalur rel light train atau kereta api ringan sampai Candi Borobudur.


"Nanti akan terkoneksi kereta ringan sampai Borobudur. Kereta Semarang-Jogja tidak masuk, tapi berhenti sebentar. Ada kereta ringan (light train) dari Palbapang kayak LRT (ke Candi Borobudur)," ujar Kepala Bidang Jaringan Transportasi dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Henggar Budi Hanggoro saat dihubungi, Kamis (6/12).


Henggar mengatakan, sejatinya jalur ini memang dibangun salah satunya untuk kepentingan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Candi Borobudur. Di samping menghadirkan moda transportasi pilihan antara Semarang-Jogjakarta dan sebaliknya.


"Light train butuh stasiun. Ada nanti stasiunnya di Borobudur. Penumpang setelah turun di situ kan bisa langsung ke kawasan wisata atau ke mana," lanjut Henggar. 


Trase jalur rel KA Semarang-Jogjakarta yang nantinya terkoneksi ke Candi Borobudur, kata Henggar, juga sudah termasuk dalam studi oleh Kemenhub. Sebagaimana ia sebutkan dalam pemberitaan sebelumnya.


Secara prinsip sudah masuk ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten/kota serta provinsi pula. Tinggal menunggu proses formalnya sebelum trasenya ditetapkan Kemenhub nanti.


Jadi, Henggar menegaskan, jalur KA Semarang-Jogjakarta ini bakal memiliki rute Semarang-Kedungjati-Tuntang-Ambarawa-Bedono-Secang-Magelang-Muntilan-Jogjakarta. Dari total sepanjang 121 kilometer, 35 persen diantaranya memakai trase lama yang berhenti di Ambarawa dan sisanya baru.


"Sampai ke Secang ada stasiunnya. Karena di Secang-Wonosobo banyak area industri. Kemudian ada stasiun lagi di Tidar. Belakangnya terminal ada stasiun, terminalnya nanti terpadu," rincinya.


Lanjut ke Palbapang, yakni letak jalur tadi bercabang ke Borobudur, meneruskan sampai Stasiun Muntilan dan Stasiun depo pasir. "Sebenarnya kereta Semarang-Jogja untuk KSPN Borobudur, juga menjadi moda pilihan angkutan penumpang, juga untuk angkutan barang. Atau untuk angkutan pasir. Kalau barang nanti dari Tawang bisa masuk langsung ke Tanjung Mas," cetusnya.


Lebih jauh, Henggar mengatakan, setelah proses penyesuaian trase selesai, bakal dilanjutkan dengan DED, Amdal, LARAP, dan lain sebagainya. Hasil studi trase, katanya, juga akan dikoordinasikan di pemerintah pusat agar ada sinergi dengan trase tol Bawen-Jogjakarta. Sebelum nantinya mulai tahapan konstruksi yang rencananya tahun 2023.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore