Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Desember 2018 | 00.05 WIB

Menikmati Pantai Wedi Awu, Surganya Para Peselancar

Pantai Wedi Awu menjadi surga tersendiri bagi para peselancar. - Image

Pantai Wedi Awu menjadi surga tersendiri bagi para peselancar.

JawaPos.com - Kabupaten Malang, khususnya bagian Malang Selatan mempunyai surga tersembunyi, khususnya bagi para peselancar. Namanya Pantai Wedi Awu. Pantai yang terletak di Dusun Balearjo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo ini sangat cocok bagi para peselancar atau surfer. Bahkan, pantai ini termasuk dalam tiga pantai di Indonesia yang memiliki surfing malam. 


Pantai Wedi Awu sendiri belum terlalu banyak dikunjungi orang. Tempat ini pun masih terasa alami dan eksotis. Bahkan, ketika wisatawan berkunjung, pasti akan merasa seperti berada di pantai sendiri. 


Saat pertama datang, pengunjung akan disambut dengan pemandangan air jernih berwarna kebiruan, batu karang yang berdiri di sisi kiri pantai, kemudian pasir yang juga bersih walaupun tidak berwarna putih. 


Karena memiliki ombak dengan ketinggian sekitar 3 meter, pantai ini pun menjadi surga bagi para peselancar. Baik pemula maupun yang sudah profesional. 


Selain termasuk surganya peselancar, Pantai Wedi Awu juga merupakan satu-satunya pantai yang memiliki surf camp di Malang, yakni bernama Joni Surf Camp. Di surf camp yang terletak tepat di pintu masuk pantai ini juga menyediakan peralatan lengkap untuk bermalam seperti tenda yang dilengkapi dengan kasur yang empuk.


Tak hanya itu, pengelola surf camp ini juga menyediakan sejumlah papan selancar yang bisa disewa oleh pengunjung yang ingin menjajal ombak Wedi Awu. Fasilitas di surf camp ini pun cukup memadai, seperti toilet bersih hingga fasilitas mini bar. Namun, pengunjung masih harus bersabar jika ingin menikmati mini bar, pasalnya saat ini masih dalam tahap pengembangan.


Pengelola Joni Surf Camp Adilan Joni Sahab mengatakan, ide awal adanya surf camp ini tidak lain untuk membangun Desa Wedi Awu agar lebih ramai pengunjung dan lebih indah. "Disini pantainya indah, ombaknya bagus," ujarnya pada JawaPos.com, Minggu (2/12).


Dia mengungkapkan, pantai ini juga bisa dijadikan untuk surfing malam. "Yang spesial, bisa surfing malam. Di Indonesia hanya ada tiga pantai yang bisa surfing malam hari, dua di Bali dan satu di pantai ini " jelasnya. 


Pria asli Lenggoksono itu menjelaskan, karakter ombak Pantai Wedi Awu yang stabil membuat pantai ini bisa digunakan untuk surfing malam. "Karakter ombaknya berbeda. Pantai disini juga lebih bagus," kaya dia. 


Laki-laki 25 tahun itu menerangkan, konsep dari surf camp yang memiliki luas kurang lebih 600 meter persegi itu sendiri yakni ingin menghadirkan nuansa Bali ke Malang. "Bikin seperti Bali. Semoga pantai di Malang menjadi Bali kedua," ucapnya.


Tempat yang mengusung konsep kemah dengan nuansa alam ini memang masih dalam proses pengembangan. Saat ini, setidaknya baru mencapai 40 persen. Nantinya, pihaknya akan melengkapi fasilitas yang ada.


"Kami masih menunggu tenda khusus dari Jepang. Nanti tendanya ada kasurnya di dalam. Juga ada persewaan selancar, joni learn to surf (pembelajaran surfing), dan lainnya," jelasnya.
 
Dalam pengelolaannya, pihaknya tak lupa untuk melibatkan warga sekitar. "Peran warga sangat penting. Nanti untuk makan siang atau malam, akan kami arahkan ke warga," kata dia. 


Menariknya, pihaknya tidak akan mengenakan tarif untuk memasuki pantai ini. "Kalau ada pengunjung, tidak ada tiket masuk. Untuk pengembangan wisata, akan ada pembagian tersendiri nantinya. Termasuk untuk desa," pungkasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore