Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 September 2018 | 23.29 WIB

Opsi Pawang Hujan Padamkan Api Gunung Sindoro Ditentang Petani

ILUSTRASI: Kebakaran yang melanda hutan dan lahan wilayah Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sejak Sabtu (8/9) kemarin belum berhasil dipadamkan. - Image

ILUSTRASI: Kebakaran yang melanda hutan dan lahan wilayah Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sejak Sabtu (8/9) kemarin belum berhasil dipadamkan.

JawaPos.com - Langkah pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengerahkan pawang hujan guna memadamkan kebakaran di lahan dan hutan kawasan Gunung Sindoro, Temanggung menemui kendala. Pasalnya, muncul ketidaksetujuan dari para petani penanam tembakau di sana.


"Di sana kan banyak tanaman tembakau dan sedang musim panen. Takutnya nanti kalau tanaman tembakaunya kehujanan kan repot," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi saat dihubungi, Kamis (13/9).


Ia berujar, tanaman tembakau milik petani di sana saat ini memang tengah membutuhkan panasnya terik matahari, atau sedang masa pengeringan. Sehingga hujan yang didatangkan para pawang dikhawatirkan malah merusak kualitas panen mereka.


Gito pun berujar bahwa saat ini langkah mengerahkan pawang hujan guna membantu upaya pemadaman belum menjadi prioritas. Yang jelas, pihaknya masih menanti datangnya helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk adanya water bombing.


"Ini kita masih nunggu helikopter datang dari Jakarta. Kami juga sudah melakukan penyegatan (api) dan pemadaman manual. Tapi memang tidak semuanya bisa dipadamkan," jelasnya lagi.


Opsi pengerahan pawang hujan, sebagaimana diberitakan sebelumnya datang dari Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana. Dimana menurutnya hujan saat ini sangatlah dibutuhkan meski durasinya hanya satu atau dua jam saja, lantaran nyala api yang memang terbilang tidak besar.


Hujan, selain di kawasan Gunung Sindoro, juga dibutuhkan untuk lahan dan hutan Gunung Sumbing serta Lawu yang diketahui saat ini juga masih terbakar. Dimana dari ketiga lokasi ini, kerugian ditafsir mencapai senilai Rp 150 juta.


"Informasi awal kebakaran itu dari bawah, bukan dari atas, sehingga kemungkinan kemungkinan yang terburuk adalah human error. Ini masih dislidiki," imbuhnya kemarin.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore