
MEGAH: Salah satu Gedung KDMP Polokarto, Sukoharjo yang sudah selesai dibangun namun belum dioperasikan. Pelayanan dilakukan door to door. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
JawaPos.com – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sukoharjo masih menyisakan sejumlah kendala. Hingga saat ini, tercatat ada 7 koperasi yang belum dapat dibangun, mayoritas akibat persoalan ketersediaan lahan.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Sukoharjo Sumarno menjelaskan, dari jumlah tersebut, enam koperasi terkendala belum adanya lahan yang siap digunakan, sementara satu koperasi lainnya belum terbangun karena faktor teknis.
Di Sukoharjo terdapat 150 desa dan 17 kelurahan. Yang sudah dibangun KDMP ada 53 desa, sedangkan sedang proses pembangunan 107 desa. “Ada tujuh yang belum dibangun. Enam di antaranya masih terkendala lahan, jadi memang belum bisa kita lanjutkan pembangunannya. Satu lainnya masih dalam tahap persiapan,” ujarnya.
Menurut Sumarno, persoalan lahan menjadi tantangan utama karena pembangunan koperasi membutuhkan lokasi yang strategis dan status kepemilikan yang jelas. Tanpa itu, proses pembangunan tidak dapat dilakukan. Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk segera mencari solusi, baik melalui penyediaan tanah kas desa maupun alternatif lokasi lain yang memungkinkan.
“Kami dorong desa agar bisa segera menyiapkan lahan. Bisa dari tanah kas desa atau skema lain yang tidak bermasalah secara administrasi,” jelasnya.
Baca Juga:Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Di tengah kendala tersebut, pihaknya memastikan pembangunan koperasi di lokasi lain tetap berjalan. Bahkan, sebagian besar KDKMP di Sukoharjo sudah masuk tahap pembangunan maupun telah selesai dibangun.
Sumarno berharap kendala lahan ini bisa segera teratasi sehingga seluruh koperasi dapat dibangun secara merata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
“Kalau lahan sudah siap, pembangunan bisa langsung kita kebut. Targetnya semua koperasi bisa berdiri dan beroperasi,” tandasnya.
Lebih lanjut dikatakan Sumarno, mengatakan dari data terbaru, total gerai operasional KDKMP didominasi oleh usaha sembako sebanyak 20 gerai. Selain itu, terdapat 6 unit usaha simpan pinjam yang sudah berjalan serta 32 gerai kategori usaha lainnya.
“Untuk saat ini yang sudah aktif berjalan paling banyak di sektor sembako, karena memang kebutuhan masyarakat paling cepat terserap di situ. Disusul unit simpan pinjam yang juga mulai berkembang,” jelas Sumarno.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
