Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Oktober 2026 | 15.32 WIB

9 Perilaku Komunikasi Orang yang Pandai Mendapatkan Apa yang Diinginkan Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang pandai mendapatkan apapun yang diinginkan (magnific) - Image

Ilustrasi orang yang pandai mendapatkan apapun yang diinginkan (magnific)

 

JawaPos.com - Kemampuan mendapatkan apa yang diinginkan tidak selalu ditentukan oleh kecerdasan, jabatan, atau seberapa keras seseorang berbicara. 

Dalam banyak situasi, cara menyampaikan gagasan, memahami kebutuhan orang lain, dan membangun kepercayaan justru memiliki peran besar. 

Orang yang pandai berkomunikasi biasanya mampu mengutarakan maksudnya dengan jelas tanpa membuat lawan bicara merasa ditekan atau diremehkan.

Keterampilan komunikasi ini bermanfaat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari membangun hubungan, menyampaikan pendapat di tempat kerja, hingga bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan. 

Mereka yang mampu menyampaikan pesan secara efektif juga cenderung lebih peka terhadap situasi sosial. 

Mereka tidak hanya memikirkan apa yang ingin disampaikan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut dapat dipahami oleh orang yang mendengarnya.

Dilansir dari Your Tango, terdapat sejumlah perilaku komunikasi yang kerap ditunjukkan oleh orang-orang yang mampu menyampaikan keinginan secara efektif. 

Perilaku tersebut berkaitan dengan kemampuan memahami audiens, menunjukkan empati, mengajukan pertanyaan, serta mendengarkan secara aktif.

Penting dipahami bahwa keterampilan ini bukan cara untuk mengendalikan orang lain. 

Komunikasi yang efektif membantu seseorang menyampaikan kebutuhan dan memengaruhi keputusan secara wajar, tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada situasi, kepentingan pihak lain, dan kesediaan bersama untuk mencapai kesepakatan.

Selengkapnya, inilah sejumlah perilaku komunikasi yang kerap ditunjukkan oleh orang-orang yang mampu menyampaikan keinginan secara efektif. 

1. Menyesuaikan Cara Berbicara dengan Lawan Bicara

Orang yang pandai berkomunikasi memahami bahwa pesan yang jelas bagi dirinya belum tentu mudah dipahami oleh orang lain. Setiap orang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan cara memproses informasi yang berbeda. Karena itu, mereka tidak sekadar berbicara berdasarkan apa yang ingin disampaikan, tetapi juga mempertimbangkan siapa yang akan menerima pesan tersebut.

Dalam psikologi komunikasi, kemampuan menyesuaikan pesan dengan audiens berkaitan dengan kesadaran sosial. Seseorang perlu mengenali tingkat pemahaman, kebutuhan informasi, dan kepentingan lawan bicara agar pesan yang disampaikan terasa relevan. Hal ini bukan berarti mengubah prinsip demi menyenangkan orang lain, melainkan menyampaikan gagasan dengan cara yang lebih mudah dipahami.

Dalam lingkungan kerja, misalnya, penjelasan teknis kepada rekan satu bidang mungkin dapat menggunakan istilah khusus. Namun, ketika berbicara dengan orang yang tidak memiliki latar belakang serupa, penjelasan yang lebih sederhana akan lebih efektif. Pesan yang sama dapat disampaikan dengan cara berbeda tanpa mengubah inti informasinya.

Perilaku ini membantu seseorang mengurangi risiko salah paham dan membuat pembicaraan lebih terarah. Lawan bicara tidak perlu menghabiskan banyak energi untuk menafsirkan istilah yang rumit atau mencari inti dari penjelasan yang terlalu panjang.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore