
ilustrasi teman yang mengobrol. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Kebutuhan akan kasih sayang dan perhatian merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Ketika kebutuhan emosional tersebut tidak terpenuhi, sebagian orang mungkin menunjukkan perubahan sikap yang memengaruhi cara mereka berkomunikasi, menjalin hubungan, hingga memperlakukan orang lain.
Perilaku tersebut bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari keinginan untuk selalu menjadi pusat perhatian hingga kesulitan menghargai batasan pribadi. Meski demikian, sikap tertentu tidak serta-merta membuktikan bahwa seseorang kekurangan kasih sayang. Pengalaman hidup, pola asuh, dan kondisi psikologis juga dapat memengaruhi perilaku seseorang.
Dilansir dari YourTango, terdapat tujuh perilaku yang patut diperhatikan ketika membahas pola hubungan dan kebutuhan emosional seseorang. Sejumlah sikap ini juga dapat ditemukan dalam hubungan yang kurang sehat, terutama ketika seseorang terus-menerus mengutamakan kepentingan pribadi tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain.
Berikut tujuh perilaku yang perlu dipahami agar kita dapat mengenali dinamika hubungan dengan lebih bijak.
Salah satu perilaku yang dapat muncul adalah kecenderungan untuk menjadikan diri sendiri sebagai pusat pembicaraan. Orang dengan kebiasaan ini sering mengarahkan topik kepada pengalaman, pencapaian, atau masalah pribadinya.
Ketika orang lain menyampaikan pandangan yang berbeda, mereka mungkin menunjukkan sikap tidak tertarik, mengabaikan pendapat tersebut, atau berusaha mengembalikan pembicaraan kepada dirinya sendiri.
Akibatnya, percakapan terasa tidak seimbang karena hanya satu pihak yang memperoleh ruang untuk berbicara. Dalam hubungan yang sehat, setiap orang seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya.
Kebiasaan menyela pembicaraan juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan dalam interaksi sosial. Seseorang mungkin memotong ucapan orang lain karena ingin segera menyampaikan pendapat, merasa pendapatnya lebih penting, atau kesulitan menahan dorongan untuk berbicara.
Jika terjadi berulang kali, kebiasaan ini dapat membuat lawan bicara merasa tidak dihargai. Mereka mungkin akhirnya memilih diam karena merasa tidak memiliki kesempatan untuk menyelesaikan kalimatnya.
Namun, perilaku menyela tidak selalu berkaitan dengan kurangnya kasih sayang. Kebiasaan komunikasi, kurangnya pengendalian impuls, dan situasi tertentu juga bisa menjadi penyebabnya. Karena itu, penting untuk melihat pola perilaku secara keseluruhan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022