Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Oktober 2026 | 23.29 WIB

Terlihat Biasa Saja, 7 Perilaku Ini Bisa Menjadi Tanda Seseorang Kurang Mendapatkan Kasih Sayang

ilustrasi teman yang mengobrol. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi teman yang mengobrol. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Kebutuhan akan kasih sayang dan perhatian merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Ketika kebutuhan emosional tersebut tidak terpenuhi, sebagian orang mungkin menunjukkan perubahan sikap yang memengaruhi cara mereka berkomunikasi, menjalin hubungan, hingga memperlakukan orang lain.

Perilaku tersebut bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari keinginan untuk selalu menjadi pusat perhatian hingga kesulitan menghargai batasan pribadi. Meski demikian, sikap tertentu tidak serta-merta membuktikan bahwa seseorang kekurangan kasih sayang. Pengalaman hidup, pola asuh, dan kondisi psikologis juga dapat memengaruhi perilaku seseorang.

Dilansir dari YourTango, terdapat tujuh perilaku yang patut diperhatikan ketika membahas pola hubungan dan kebutuhan emosional seseorang. Sejumlah sikap ini juga dapat ditemukan dalam hubungan yang kurang sehat, terutama ketika seseorang terus-menerus mengutamakan kepentingan pribadi tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain.

Berikut tujuh perilaku yang perlu dipahami agar kita dapat mengenali dinamika hubungan dengan lebih bijak.

1. Selalu Ingin Menguasai Percakapan

Salah satu perilaku yang dapat muncul adalah kecenderungan untuk menjadikan diri sendiri sebagai pusat pembicaraan. Orang dengan kebiasaan ini sering mengarahkan topik kepada pengalaman, pencapaian, atau masalah pribadinya.

Ketika orang lain menyampaikan pandangan yang berbeda, mereka mungkin menunjukkan sikap tidak tertarik, mengabaikan pendapat tersebut, atau berusaha mengembalikan pembicaraan kepada dirinya sendiri.

Akibatnya, percakapan terasa tidak seimbang karena hanya satu pihak yang memperoleh ruang untuk berbicara. Dalam hubungan yang sehat, setiap orang seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya.

2. Sering Memotong Pembicaraan Orang Lain

Kebiasaan menyela pembicaraan juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan dalam interaksi sosial. Seseorang mungkin memotong ucapan orang lain karena ingin segera menyampaikan pendapat, merasa pendapatnya lebih penting, atau kesulitan menahan dorongan untuk berbicara.

Jika terjadi berulang kali, kebiasaan ini dapat membuat lawan bicara merasa tidak dihargai. Mereka mungkin akhirnya memilih diam karena merasa tidak memiliki kesempatan untuk menyelesaikan kalimatnya.

Namun, perilaku menyela tidak selalu berkaitan dengan kurangnya kasih sayang. Kebiasaan komunikasi, kurangnya pengendalian impuls, dan situasi tertentu juga bisa menjadi penyebabnya. Karena itu, penting untuk melihat pola perilaku secara keseluruhan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore