Kuil ini merupakan yang pertama di Jakarta yang didedikasikan kepada Dewa Murugan dan menjadi tempat suci dan simbol persatuan umat Hindu.
Kuil ini beralamat di Jl. Bedugul Jl. Daan Mogot No.2, RT.6/RW.17, Kalideres, Kec. Kalideres, Kota Jakarta Barat, Jakarta.
Sejarah Berdirinya Kuil
Pembangunan Jakarta Murugan Temple dimulai dengan peletakan batu pertama pada 14 Februari 2020. Upacara ini dipimpin oleh pendeta terkemuka dari India dan Malaysia serta dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu.
Acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Majelis Agama Hindu, Wakil Ketua MPR, anggota DPR RI, Duta Besar India, dan pemimpin organisasi keagamaan dan budaya lainnya.
Peresmian ini mencerminkan keberagaman dan semangat kebersamaan di Indonesia, terkhusus di Jakarta.
Fasilitas dan Keistimewaan Kuil
Jakarta Murugan Temple dirancang sebagai tempat ibadah untuk semua aliran Hindu, seperti Siwaisme dan Waisnawisme. Fasilitas utama meliputi:
1. Arca Suci:
Dewa Murugan
Dewa Ganesha
Dewi Bhuvaneswari
Dewa Siwa & Dewi Parvati
Dewa Wisnu & Dewi Lakshmi
Sivlinga
Dewa Hanuman
Navakaragam
Rsi Agastyar
Idumban dan Arapadai Vidu
2. Rajagopuram: Menara utama setinggi 40 meter yang megah dan simbol anugerah ilahi.
3. Arca Murugan: Patung Dewa Murugan setinggi 21 meter yang akan menjadi ikon spiritual.
4. Aula Serbaguna: Ruang untuk kegiatan komunitas dan pertemuan.
5. Museum Indo-India: Menampilkan hubungan budaya mendalam antara Indonesia dan India.
6. Taman Refleksi: Area hijau untuk meditasi dan introspeksi.
Mewujudkan Kebersamaan dalam Keberagaman
Jakarta Murugan Temple menggabungkan elemen budaya India, Bali, dan Jawa, mencerminkan nilai-nilai harmoni dan persatuan yang terkandung dalam Pancasila.
Kuil ini tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga pusat budaya dan destinasi wisata, memperkenalkan keindahan warisan budaya Indonesia dan India.
Rangkaian Upacara Maha Kumbhabhishekam
Untuk pertama kalinya, Jakarta Murugan Temple akan melakukan upacara Maha Kumbhabhishekam yang akan dipimpin oleh Maha Pandita Dr. Sivasri K. Pichai Gurukkal, seorang penerima penghargaan Vikashratna, bersama 72 pendeta dari India.
Ritual ini akan menyatukan umat Hindu, pemimpin spiritual, dan komunitas untuk memuliakan para Dewa sebagai sumber berkah dan pelindung semesta pada Minggu, 2 Februari 2025 mendatang.