
Sergey Brin menilai AI Google mulai memasuki fase perbaikan diri yang dapat mempercepat pengembangan generasi model berikutnya (Business Insider)
JawaPos.com - Google mulai memasuki fase penting dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Salah satu pendirinya, Sergey Brin, mengatakan model AI perusahaan kini bekerja bersama para peneliti untuk membangun generasi penerusnya.
Perubahan ini berpotensi mempercepat perlombaan teknologi AI global karena sistem yang dikembangkan tidak lagi hanya membantu manusia, tetapi juga berperan dalam menciptakan model yang lebih canggih.
Dilansir dari Business Insider, Jumat (16/10/2026), Brin menyampaikan perkembangan tersebut dalam diskusi mengenai pembuatan Gemini 4 Argon, model AI terbaru Google. Dia menilai pengembangan internal perusahaan berlangsung semakin cepat, terutama setelah peluncuran sejumlah model Flash sebelum Gemini 4.
"Kami mulai memasuki siklus perbaikan diri rekursif," ujarnya, merujuk pada proses yang dikenal sebagai recursive self-improvement (RSI).
Baca Juga:Satelit Rassvet Rusia Mulai Beroperasi dari Orbit 500 Km, Ambisi Menyaingi Starlink Makin Nyata
RSI terjadi ketika AI membantu mengembangkan, menguji, atau menyempurnakan sistem AI berikutnya. Jika hasil pengembangan itu membuat model baru semakin efektif dalam membantu riset, proses tersebut dapat berulang dan mempercepat kemajuan berikutnya.
Brin menggambarkan kolaborasi yang kini berlangsung di Google dengan mengatakan, "Sekarang, para peneliti kami dan model AI bekerja berdampingan untuk membuat versi model berikutnya."
Kecepatan tersebut menjadi perhatian karena RSI dapat mengubah cara perusahaan teknologi mengembangkan AI. Brin mengaku antusias dengan ritme kerja tim Google. Bahkan, ketika publik menyaksikan video peluncuran Argon, tim internal perusahaan diperkirakan sudah mengerjakan beberapa generasi model lebih maju.
Business Insider sebelumnya melaporkan bahwa karyawan Google menguji model bernama Carbon, versi yang dinilai sejumlah staf setara dengan Opus 5.5 milik Anthropic dalam tugas pemrograman. Penilaian itu berasal dari pengujian internal, bukan hasil verifikasi independen.
Indikasi pergeseran tersebut juga terlihat dalam laporan keselamatan Argon yang diterbitkan Google. Perusahaan menyebut sebagian proses penelitian dan pengembangan AI mulai terotomatisasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022