Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 September 2026 | 14.00 WIB

Campur Tangan Sergey Brin Makin Besar di Gemini, Google Andalkan Pendiri untuk Mengejar Rival AI

Sergey Brin kembali terlibat langsung dalam pengembangan Gemini dan semakin berpengaruh dalam menentukan arah AI Google (Business Insider) - Image

Sergey Brin kembali terlibat langsung dalam pengembangan Gemini dan semakin berpengaruh dalam menentukan arah AI Google (Business Insider)

JawaPos.com - Hampir tiga dekade setelah membangun Google dari sebuah garasi, Sergey Brin kembali turun ke garis depan pengembangan kecerdasan buatan perusahaan. Dia kini banyak bekerja dari area dapur kecil di gedung Gradient Canopy, Mountain View, California, tempat sejumlah pemimpin teknis Google berkumpul untuk mengambil keputusan penting terkait Gemini.

Di lantai dua gedung Gradient Canopy, ruang kecil dengan mesin espresso, kulkas, penggiling kopi, dan meja berbentuk U itu menjadi tempat Brin bekerja bersama sejumlah pemimpin teknis. CEO Google Sundar Pichai disebut beberapa kali datang setiap pekan.

Ruang yang awalnya menjadi tempat istirahat itu kini berfungsi seperti unit rintisan di dalam raksasa teknologi Google, dengan keputusan penting Gemini dibuat lebih cepat dan lebih sedikit terhambat birokrasi.

Dilansir dari Business Insider, Jumat (11/9/2026), pengaruh Brin terhadap Gemini meningkat setelah perombakan Google DeepMind. Demis Hassabis melepaskan jabatan CEO dan menjadi kepala ilmuwan Alphabet, sementara Koray Kavukcuoglu ditunjuk sebagai wakil presiden senior Google DeepMind.

Kepala ilmuwan Google Jeff Dean juga meninggalkan perusahaan setelah 27 tahun. Delapan karyawan aktif dan mantan karyawan mengatakan Brin kini semakin berpengaruh karena mampu menggalang sumber daya dan memangkas jalur birokrasi.

Google sendiri tengah menghadapi tekanan untuk mengejar perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic. Reuters melaporkan pada Agustus bahwa Gemini sempat melampaui pesaing pada akhir 2025, tetapi kembali tertinggal setelah pembaruan dari rival. Versi unggulan Gemini berikutnya bahkan ditunda dua bulan setelah pengujian internal menunjukkan kinerja yang masih tertinggal, terutama dalam kemampuan pemrograman. 

Brin kemudian mendorong tim agar bekerja lebih cepat dan fokus pada recursive self-improvement, ketika sistem AI dapat meningkatkan kemampuannya dengan semakin sedikit campur tangan manusia. Bagi sebagian orang di Google, kembalinya Brin dianggap sebagai upaya mengatasi masalah yang muncul sejak penggabungan Google Brain dan DeepMind pada 2023. 

Dua organisasi itu memiliki budaya berbeda: Brain lebih dekat dengan pengembangan produk, sedangkan DeepMind lebih berorientasi pada riset jangka panjang. Seorang mantan karyawan menggambarkan persoalannya sebagai ketegangan antara "taruhan riset 10 tahun" dan kebutuhan memenangkan perlombaan dalam horizon "3–6 bulan".

Brin tidak memiliki jabatan eksekutif, tetapi posisimya sebagai pendiri memberinya pengaruh yang sulit ditandingi. Seorang mantan pegawai senior mengatakan, "Koray Kavukcuoglu memiliki kekuasaan yang lebih jelas dalam hierarki, tetapi Sergey adalah pendiri Google. Dia mampu memangkas birokrasi dan membereskan hambatan dengan cara yang tidak bisa dilakukan orang lain."

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore