Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 September 2026 | 06.14 WIB

NVIDIA dan Google Bentuk Koalisi Baru, Ingin Pusat Data AI Lebih Cepat Dapat Listrik

Google Doodle pada hari ini, Minggu (21/6), mengusung tema dangdut dalam rangka merayakan Hari Musik Sedunia. (tangkapan layar Google.com) - Image

Google Doodle pada hari ini, Minggu (21/6), mengusung tema dangdut dalam rangka merayakan Hari Musik Sedunia. (tangkapan layar Google.com)

JawaPos.com - NVIDIA, Google, dan Emerald AI membentuk koalisi baru bernama AI Energy Management Alliance (AEMA). Koalisi tersebut mendorong pengembangan pusat data kecerdasan buatan (AI) yang lebih fleksibel dalam menggunakan energi, sehingga tidak terlalu membebani jaringan listrik.

Melalui AEMA, ketiga perusahaan ingin membuat standar yang memungkinkan pusat data menyesuaikan konsumsi listrik berdasarkan kondisi jaringan. Sebagai imbalannya, operator jaringan diharapkan dapat mempercepat proses penyambungan pusat data ke jaringan listrik.

NVIDIA menjelaskan, infrastruktur kelistrikan Amerika Serikat selama ini dibangun untuk menghadapi pola permintaan listrik yang relatif stabil. Sementara itu, pusat komputasi modern memiliki kemampuan untuk mengatur penggunaan dayanya secara dinamis.

Karena itu, pusat data diharapkan dapat mengalihkan beban kerja komputasi, menggunakan energi dari sistem penyimpanan, serta mengurangi konsumsi ketika jaringan menghadapi kondisi darurat. Dengan cara tersebut, pusat data dapat diperlakukan sebagai sumber daya yang dapat dikendalikan, bukan sekadar beban listrik yang kaku.

CEO Emerald AI Varun Sivaram mengatakan, pusat data baru di AS saat ini dapat menunggu hingga satu dekade atau lebih untuk memperoleh sambungan listrik. Perusahaan utilitas harus memastikan kapasitas tersedia bagi seluruh pelanggan ketika permintaan mencapai puncak.

Di sisi lain, rata-rata pemanfaatan jaringan listrik disebut hanya sekitar 50 persen. Sivaram menilai fleksibilitas pusat data AI dapat membantu memanfaatkan kapasitas yang sudah tersedia.

"termasuk pada sore hari yang sangat panas saat AC beroperasi maksimal," tulis Sivaram seperti dikutip dari Engadget.

Ia menyebut, jika pusat data AI mampu mengurangi beban ketika jaringan berada pada kondisi paling berat sepanjang tahun, Amerika Serikat berpotensi menyediakan kapasitas hingga 100 GW dari jaringan yang sudah ada untuk pusat data fleksibel.

AEMA juga mengusulkan standardisasi persyaratan teknis, metrik kinerja, dan pertukaran data operasional. Pusat data yang memenuhi standar diharapkan mendapat sambungan jaringan lebih cepat dan berpotensi memperoleh skema berbagi biaya infrastruktur.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore