
Sergey Brin, salah satu pendiri Google / Foto: (The Seattle Times)
JawaPos.com — Pertarungan atas pajak kekayaan miliarder di California berubah menjadi salah satu pertempuran politik paling mahal yang melibatkan elite teknologi Amerika Serikat (AS). Sergey Brin, salah satu pendiri Google, kini telah menggelontorkan lebih dari USD 100 juta, atau sekitar Rp1,78 triliun dengan kurs Rp17.790 per dolar AS, untuk menentang Proposition 40, usulan pajak satu kali sebesar 5 persen atas kekayaan miliarder California.
Dalam pengajuan terbaru, Brin menyumbang tambahan USD 20 juta atau sekitar Rp355,8 miliar kepada Building a Better California. Donasi itu membuat total kontribusinya kepada kelompok tersebut mencapai USD 102 juta, sekitar Rp1,81 triliun. Organisasi itu terutama berfokus menggagalkan pajak miliarder, sembari mendukung kebijakan pro-bisnis, keterjangkauan perumahan, dan sejumlah agenda lainnya.
Dilansir dari The Seattle Times, Selasa (11/8/2026), tambahan dana tersebut menegaskan posisi Brin sebagai penyandang dana terbesar dalam kampanye mahal melawan Proposition 40. Jika disetujui pemilih pada November, aturan itu akan mengenakan pajak satu kali 5 persen terhadap kekayaan miliarder yang menjadi penduduk California pada 1 Januari 2026. Sebagian besar penerimaan ditujukan untuk layanan kesehatan, sementara sebagian lainnya dialokasikan bagi pendidikan dan bantuan pangan.
Pertarungan itu juga berlangsung melalui dua langkah tandingan yang didanai Building a Better California. Kedua proposal tersebut dirancang untuk dapat mengesampingkan pajak miliarder jika memperoleh suara lebih banyak. Sebaliknya, kelompok pendukung pungutan yang digagas serikat pekerja sektor kesehatan baru mengumpulkan sedikit di atas USD 30 juta, atau sekitar Rp533,7 miliar. Dengan demikian, kesenjangan sumber daya kampanye menunjukkan betapa besar pengaruh finansial kalangan miliarder dalam menentukan arah pemungutan suara.
Brin, yang kekayaannya diperkirakan mencapai USD 282 miliar atau sekitar Rp5.017 triliun, juga memperlihatkan bahwa perdebatan ini telah melampaui urusan pajak pribadi. Dia membantu menghimpun sesama miliarder teknologi untuk menentang kebijakan tersebut dan meningkatkan pengeluaran politiknya di California. Pada saat yang sama, Brin juga membeli rumah senilai USD 42 juta atau sekitar Rp747,2 miliar di sisi Nevada Danau Tahoe dan kini mencatat Nevada sebagai tempat tinggalnya dalam dokumen negara bagian.
Perpindahan tersebut menjadi bagian dari kekhawatiran yang lebih luas mengenai kemungkinan eksodus orang kaya. Gubernur California Gavin Newsom menolak Proposition 40 karena menilai pajak tingkat negara bagian dapat mendorong miliarder keluar dan menggerus penerimaan pajak jangka panjang.
Dalam pandangan Gavin Newsom, persoalan tersebut lebih tepat ditangani secara nasional. “Kekayaan dapat berpindah, dan kekayaan mencari negara bagian dengan pajak terendah. Pertarungan ini seharusnya berada di tingkat federal,” tulis Newsom.
Namun, penolakan terhadap Proposition 40 tidak sepenuhnya mewakili kalangan teknologi. CEO Nvidia Jensen Huang justru menyatakan kesediaannya membayar pajak tersebut. “Kami memilih untuk tinggal di Silicon Valley, dan apa pun pajak yang ingin mereka terapkan, silakan saja. Saya baik-baik saja dengan itu,” kata Huang dalam wawancara dengan Bloomberg Television.
Perbedaan sikap itu memperlihatkan garis retak di antara para pemilik kekayaan besar mengenai hubungan antara keberhasilan ekonomi dan kewajiban fiskal. Bagi pendukung Proposition 40, pungutan tersebut merupakan sumber dana besar untuk menghadapi tekanan pembiayaan layanan kesehatan. Bagi penentangnya, persoalan utamanya justru risiko bahwa kekayaan, penduduk, dan kegiatan ekonomi dapat berpindah ke wilayah dengan beban pajak lebih rendah.
Di sisi lain, Proposition 40 sendiri memiliki konsekuensi fiskal yang lebih rumit daripada sekadar tambahan pemasukan. Analisis Legislative Analyst’s Office memperkirakan pajak itu dapat menghasilkan puluhan miliar dolar selama beberapa tahun, tetapi perpindahan miliarder atau perubahan perilaku mereka berpotensi mengurangi penerimaan pajak penghasilan California hingga kurang dari USD 1 miliar per tahun. Pemerintah negara bagian juga akan menanggung biaya administrasi puluhan juta dolar selama beberapa tahun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022