
Sergey Brin, salah satu pendiri Google./(Fox Business)
JawaPos.com — Sergey Brin, salah satu pendiri Google, keluar dari investasi properti apartemen di New York City dengan kerugian besar di tengah tekanan regulasi sewa dan meningkatnya biaya operasional. Langkah ini menambah sinyal melemahnya minat modal institusional di sektor hunian sewa stabil di kota tersebut.
Keputusan Brin melepas kepemilikan terjadi di tengah perubahan dinamika politik lokal, termasuk terpilihnya Zohran Mamdani yang membawa agenda pembekuan sewa. Ia keluar dari dana properti apartemen pada Desember, setelah sebelumnya memandang sektor tersebut sebagai aset jangka panjang.
Dilansir dari FOX Business, Kamis (2/7/2026), Brin menjual investasinya dalam portofolio apartemen multifamily dengan harga jauh di bawah nilai awal. Transaksi ini terjadi beberapa bulan sebelum kebijakan pembekuan sewa dua tahun disahkan di kota tersebut.
Berdasarkan dokumen yang diperoleh Bloomberg, Brin melepas kepemilikannya kembali kepada A&E Real Estate, pengelola dana tersebut, dengan harga hanya enam sen per dolar dari nilai investasi awal. Skema exit ini mencerminkan tekanan likuiditas yang semakin kuat di sektor properti sewa New York.
Dana tersebut diketahui mengelola sekitar 5.900 unit apartemen berstatus rent-stabilized. Porsi investasi Brin sebelumnya diperkirakan bernilai sekitar 79 juta dolar AS atau sekitar Rp1,42 triliun dengan kurs Rp18.010 per dolar AS, meski angka tersebut relatif kecil dibandingkan kekayaan pribadinya yang mencapai sekitar 280 miliar dolar AS.
Dalam pernyataan kepada Bloomberg, A&E Real Estate menyebut bahwa “A&E membeli kembali salah satu investor jangka panjang kami, yang bersedia menerima hanya enam sen dari setiap satu dolar nilai investasi awalnya untuk keluar dari sektor apartemen multifamily di New York City,” yang menegaskan adanya tekanan bagi investor untuk meninggalkan aset tersebut.
Pihak A&E juga menggambarkan kondisi pasar yang semakin memburuk dengan menyatakan, “Fakta yang sederhana dan sangat mengkhawatirkan bagi penyewa adalah bahwa modal institusional—baik investor ekuitas maupun pemberi pinjaman—sedang meninggalkan sektor apartemen dengan sewa stabil di New York City,” serta menambahkan, “Mereka memahami bahwa New York berada dalam lingkaran kemunduran.”
Keluarnya Brin terjadi setelah kebijakan politik baru menguat, termasuk penerapan pembekuan sewa untuk sekitar satu juta unit hunian berstatus sewa stabil.
Kebijakan itu kemudian ditegaskan melalui keputusan Dewan Pedoman Sewa yang menetapkan kenaikan sewa 0 persen untuk periode Oktober 2026 hingga September 2027.
Selain tekanan kebijakan, sektor ini juga terdampak regulasi sejak 2019 yang membatasi kenaikan sewa, ditambah dampak pandemi yang memicu moratorium penggusuran. A&E mencatat biaya operasional meningkat hingga 78 persen dalam satu dekade, sementara tunggakan sewa mencapai 84 juta dolar AS.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022