Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 September 2026 | 06.49 WIB

Komdigi Ungkap Media Makin Kehilangan Audiens, Algoritma Ambil Alih

Wamenkomdigi Nezar Patria. (Dok. Komdigi) - Image

Wamenkomdigi Nezar Patria. (Dok. Komdigi)

JawaPos.com - Perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi membuat posisi media konvensional menghadapi tantangan baru. Audiens yang sebelumnya menjadi bagian penting dari hubungan media dan pembaca kini semakin banyak berada dalam ekosistem platform digital.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mengatakan platform media sosial berkembang dengan cepat dan memiliki kemampuan lebih besar dalam mempertahankan perhatian pengguna. Kondisi tersebut secara perlahan mengubah pola distribusi informasi sekaligus hubungan media dengan audiensnya.

“Saat ini media kehilangan audiens, yang mengontrol audiens adalah platform. Platform media sosial berkembang jauh lebih cepat, lebih dalam, lebih agresif, sehingga menggeser pola hubungan antara media konvensional dan media tradisional dengan audiens,” ujar Wamen Nezar dalam Diskusi Panel Dewan Profesor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya di Jakarta Selatan, Kamis (10/9).

Menurut Nezar, kekuatan platform tersebut salah satunya berasal dari algoritma yang bekerja berdasarkan rekam jejak aktivitas penggunanya. Setiap interaksi dapat menjadi bahan bagi sistem untuk menentukan informasi yang dianggap relevan dan kemudian ditampilkan kembali.

“Jadi semua yang kita berikan tanda likes itu kemudian dicatat dalam machine learning yang dipakai oleh media sosial. Jadi apa yang kita suka akan selalu datang kepada kita, itulah yang disebut dengan echo chamber,” jelasnya.

Situasi tersebut turut memengaruhi cara publik menerima dan menilai sebuah informasi. Nezar mengutip Reuters Institute Digital News Report 2026 yang melibatkan lebih dari 100 ribu responden dari 48 negara.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa media sosial dan platform video telah menjadi sumber berita yang lebih banyak diakses dibandingkan televisi maupun situs berita resmi di 30 negara. Sementara itu, kurang dari empat dari 10 responden mengaku percaya terhadap berita yang mereka konsumsi.

“Yang terjadi adalah bukan delivering the truth, tetapi creating the perception, membentuk persepsi,” tegas Wamen Nezar.

Tantangan dalam ekosistem informasi juga semakin besar dengan berkembangnya kecerdasan artifisial (AI). Teknologi tersebut kini turut digunakan dalam proses produksi berita, tetapi hasil yang diberikan dapat bermasalah apabila data yang digunakan telah dimanipulasi.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore