
CEO OpenAI Sam Altman (Fortune)
JawaPos.com - Peta kepemimpinan perusahaan teknologi global mulai menghadapi pertanyaan baru: apakah manusia masih akan menjadi pengambil keputusan utama ketika AI mencapai tingkat kecerdasan yang jauh lebih tinggi? Sam Altman, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perlombaan AI dunia, justru menjadi salah satu orang yang membuka kemungkinan bahwa posisi CEO pun tidak kebal dari otomatisasi.
Pandangan tersebut menunjukkan perubahan besar dalam peta bisnis global. Jika selama ini AI dipandang sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas pekerja, Altman melihat fase berikutnya ketika AI mampu mengambil keputusan strategis, mengelola organisasi, hingga menjalankan fungsi kepemimpinan perusahaan bernilai miliaran dolar.
Dilansir dari Fortune, Senin (27/7/2026), Altman mengatakan bahwa kecerdasan super AI pada suatu tahap perkembangannya akan mampu menjalankan tugas CEO perusahaan besar lebih baik dibandingkan eksekutif manusia, termasuk dirinya sendiri.
Dalam pernyataannya di AI Impact Summit di New Delhi pada Februari 2026, Altman menyebut, "AI superintelligence pada suatu titik dalam kurva perkembangannya akan mampu melakukan pekerjaan sebagai CEO perusahaan besar dengan lebih baik daripada eksekutif mana pun, tentu saja termasuk saya."
Menurut Altman, kemampuan AI tersebut tidak berada di masa depan yang masih jauh. Dia memperkirakan, dengan perkembangan OpenAI saat ini, perusahaan hanya membutuhkan beberapa tahun lagi untuk mencapai tahap awal kecerdasan super AI, yaitu sistem yang memiliki kemampuan jauh melampaui teknologi AI yang tersedia sekarang.
Keyakinan Altman terhadap kemungkinan AI menggantikan dirinya bukan pertama kali disampaikan. Pada November 2025, dalam podcast "Conversations with Tyler", dia mengatakan dirinya akan merasa malu apabila OpenAI tidak menjadi perusahaan besar pertama yang dipimpin oleh seorang CEO berbasis AI. Dia mengajukan pertanyaan tentang bagaimana organisasi harus berubah apabila AI mampu menjalankan OpenAI secara jauh lebih baik daripada manusia.
Dalam wawancara lain pada Juli 2026, Altman menjelaskan bahwa penerapan AI dalam struktur perusahaan kemungkinan terjadi secara bertahap. Dia memperkirakan satu divisi di OpenAI dapat dijalankan hingga 85 persen oleh AI dalam beberapa tahun mendatang. Namun, dia mengakui posisi CEO memiliki tantangan tersendiri karena peran publik seorang pemimpin perusahaan semakin penting.
Altman juga memprediksi munculnya perusahaan bernilai miliaran dolar yang hanya dijalankan oleh dua atau tiga orang dengan bantuan AI. Meski demikian, dia menilai faktor psikologi manusia akan memperlambat adopsi kepemimpinan AI karena masyarakat masih lebih mudah mempercayai manusia dibandingkan mesin, meskipun kemampuan teknologinya telah berkembang.
Selain itu, Altman memperkirakan pada akhir 2028 sebagian besar kapasitas intelektual dunia dapat berada di pusat data dibandingkan di luar sistem komputasi. Dia menilai perubahan tersebut bukan ancaman terhadap manusia, melainkan bagian dari kemajuan teknologi.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
