Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 April 2026 | 22.39 WIB

Targetkan CEO OpenAI, Pelaku Serangan ke Rumah Sam Altman Klaim AI Picu 'Kepunahan Manusia'

Sam Altman berbicara dalam AI Impact Summit di New Delhi, India, Februari 2026 (Al Jazeera) - Image

Sam Altman berbicara dalam AI Impact Summit di New Delhi, India, Februari 2026 (Al Jazeera)

JawaPos.com - Serangan terhadap kediaman CEO Sam Altman menandai babak baru dalam dinamika global industri kecerdasan buatan (AI), ketika resistensi terhadap teknologi tidak lagi berhenti pada perdebatan etis, tetapi berujung pada aksi kekerasan terencana yang menyasar tokoh kunci.

Seorang pria bernama Daniel Moreno-Gama didakwa melakukan percobaan pembunuhan setelah melemparkan bom molotov ke rumah Altman pekan lalu. Jaksa Distrik San Francisco menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan serangan yang dirancang secara matang dengan motif ideologis yang jelas terhadap pengembangan AI.

Melansir dari CNBC, Rabu (15/4/2026), dokumen pengadilan mengungkap bahwa Moreno-Gama secara spesifik menargetkan Altman dan menyatakan niatnya untuk membunuh, sembari memperingatkan tentang "kepunahan umat manusia yang akan segera terjadi" akibat kecerdasan buatan. Pernyataan ini menjadi inti dari motif pelaku yang memandang AI sebagai ancaman eksistensial.

Pejabat Federal Bureau of Investigation (FBI) menilai insiden ini sebagai eskalasi serius dari ancaman terhadap sektor teknologi. Pelaksana tugas agen khusus FBI, Matt Cobo, mengatakan, "Tuduhan yang diumumkan hari ini mencerminkan eskalasi yang sangat mengkhawatirkan dari niat menjadi tindakan yang menargetkan tempat tinggal pribadi dan perusahaan teknologi dengan kekerasan." Dia menegaskan, "Ini bukan tindakan spontan. Ini direncanakan, ditargetkan, dan sangat serius."

Adapun, serangan terjadi pada Jumat sekitar pukul 03.37 waktu setempat, ketika pelaku melemparkan perangkat pembakar rakitan ke gerbang rumah Altman, memicu kebakaran di bagian atas pintu masuk. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut, namun pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap oleh kepolisian San Francisco.

Beberapa jam setelahnya, sekitar pukul 05.00 pagi, Moreno-Gama mendatangi kantor pusat OpenAI. Di lokasi itu, dia melempar kursi ke pintu kaca dan mengancam akan "membakarnya dan membunuh siapa pun di dalam." Aparat yang merespons cepat langsung mengamankan pelaku di tempat kejadian.

Dokumen yang ditemukan pada pelaku memperlihatkan tingkat perencanaan yang rinci. Dalam bagian berjudul "Peringatan Terakhirmu," ia menulis bahwa dirinya "telah membunuh/mencoba membunuh" sosok yang disebut sebagai "Korban-1," yang merujuk pada pimpinan perusahaan AI. Dokumen itu juga memuat nama serta alamat sejumlah eksekutif, anggota dewan, dan investor di sektor AI.

Pada bagian lain, Moreno-Gama menguraikan pandangannya tentang risiko AI terhadap umat manusia dalam tulisan berjudul "beberapa kata tambahan tentang kepunahan umat manusia yang akan segera terjadi." Dia bahkan menutup dokumen dengan surat kepada Altman yang berbunyi, "jika dengan suatu keajaiban Anda selamat, maka saya akan menganggap ini sebagai tanda ilahi agar Anda menebus diri."

Pihak OpenAI mengonfirmasi insiden tersebut dengan menyatakan, "Untungnya, tidak ada yang terluka." Mereka menambahkan, "Kami sangat menghargai betapa cepatnya kepolisian San Francisco merespons dan dukungan dari kota dalam membantu menjaga keselamatan karyawan kami."

Dalam pernyataan terpisah, Altman menyoroti meningkatnya tekanan dalam industri AI. Dia menyebut beberapa tahun terakhir sebagai periode "sangat intens, kacau, dan penuh tekanan tinggi," serta menyerukan untuk meredam "retorika dan taktik" dalam perdebatan mengenai teknologi tersebut.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore